Dede Yusuf: Jabar Bisa Dimekarkan Hingga 40 Wilayah

JAKARTA – Pembahasan Daerah Otonom Baru (DOB) Jawa Barat, anggota DPR RI Komisi II mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai Presiden RI.

Anggota DPR RI utusan Jabar, Eni Sumarni menyatakan, pihaknya bersama dengan DPR RI Komisi II lainnya sudah menyampaikan aspirasi terkait DOB di Jabar kepada pemerintah pusat. Mulai dari

“DOB ini, DPD RI sudah sampai ke Kemendagri yang jawabnya moratorium dengan terbatasnya anggaran. Kita kemudian mendatangi Wapres dan langsung kepada Presiden, karena tidak dapat jawaban yang memuaskan dari Wapres. DPD RI maju ke Presiden. Dan alhamdulillah sudah sampai aspirasi (ke Presiden) dengan Komisi II DPR RI),” kata Eni di Forum Silahturahmi Tokoh Masyarakat Jawa Barat Tahun 2020 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih mengatakan, bahwa DOB bisa menjadi solusi Jabar untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Dia menilai, dengan dukungan anggota DPR RI dan DPD RI, usulan DOB Jabar bisa terwujud.

“Adanya forum ini, pemekaran wilayah Jabar akan lebih didengar oleh pemerintah pusat dengan komitmen anggota DPR RI dan DPD RI,” kata Ade.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi sepakat bahwa Jabar bisa dimekarkan lagi hingga 40 kabupaten/kota seperti yang diinginkan Gubernur. Namun hingga kini pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium DOB karena fakta bahwa banyak DOB di luar Jawa mekar tapi tidak berkembang.

“Untuk mencabut moratorium perlu lobi tidak satu, dua, atau 91 anggota DPR asal Jabar saja tapi juga legislator yang lain,” tutupnya.(rls/nik)