Gayung Bersambut, Tb Mulyana Menyayangkan Pemasangan Atribut Pilkada di Pohon

Pilkada Cianjur 2020

CIANJUR – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengaku juga menyayangkan pemasangan spanduk dan baliho atribut Pilkada 2020 yang dipaku di pohon.

Hal tersebut diutarakan Tb Mulyana menanggapi instruksi Plt Bupat Cianjur, Herman Suherman untuk menurunkan spanduk-spanduk kampanye yang terpaku di pohon.

“Saya juga menyayangkan hal yang sama,” katanya kepada cianjurekspres.net, Rabu (12/2/2020).

Soal beredarnya poster dirinya bersama Herman Suherman, Mulyana sangat menghargai dan memperhatikan aspirasi serta inisiatif Relawan BHS-M.

“Namun saya mengimbau untuk tidak dipaku di pohon. Tapi tidak semua banner itu dipaku di pohon, saya banyak terima kiriman foto yang dipasang di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Jadi, jelas Mulyana, tidak secara keseluruhan relawan lalai dan mungkin hanya beberapa saja dari sekumpulan relawan BHS-M.

“Yang pasti relawan BHS-M memiliki sumber dana, sumber daya manusia dan sumber daya jaringan yang kuat. Tidak mungkin kalau tidak memiliki jarinyan, mampu melakukan pergerakan secara serentak dan masif,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman menginstruksikan penurunan spanduk-spanduk kampanye yang terpaku di pohon-pohon di seluruh Cianjur.

Pemasangan spanduk dengan memaku pohon dinilai tidak elok dan merusak lingkungan. “Saya sudah instruksikan untuk mencopot spanduk-spanduk yang ada di pohon. Siapapun fotonya, sendiri, atau berpasangan, kalau dipaku di pohon jelas tidak boleh,” kata Herman di sela kegiatan Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Selasa (11/2/2020).

Poster, baliho dan spanduk bakal calon bupati dan wakil bupati di Cianjur saat ini memang makin marak di Cianjur. Salah satu yang sempat jadi pembicaraan adalah beredarnya poster bergambar H. Herman Suherman berpasangan dengan politisi partai Golkar, TB Mulyana yang tersebar cukup masif.

Herman mengaku tidak mengetahui pihak mana yang memasang itu. “Mungkin itu aspirasi masyarakat, jadi ya tidak masalah buat saya,” kata Herman.

Meski tidak mempermasalahkan isinya,  Herman menyayangkan peletakan spanduk-spanduk tersebut yang dipaku di pepohonan.

“Tapi tolong jangan dipaku di pohon-pohon karena ini merusak. Tidak elok dan tidak boleh juga,” kata Herman.(rls/hyt)