Akhirnya, Dibantu Jepang Yayasan MI Darul Huda Bisa Bangun Ruang Kelas

CIANJUR – Yayasan MI Darul Huda Pacet yang berlokasi di Kampung Taman Jaya I RT 2/10 Desa Gadog Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan dana Grassort Human Security Projects  (Grassroots) dari Jepang.

Dari seluruh Indonesia, di Jawa Barat hanya Yayasan MI Darul Huda Pacet satu-satunya yang mendapatkan bantuan dari Kedutaan Jepang.

Ketua Assosiasi Askonas Kabupaten Cianjur, Yudi Dharmawan mengatakan, bahwa dana peruntukan pembangunan sekola di Yayasan MI Darul Huda tersebut bersumber dari Dana Grant Assistence for Grassort Human Security Projects  (Grassroots) dari Negara Jepang.

Dirinya ditunjuk langsung oleh pihak Yayasan untuk mengerjakan proyek pembangunan ruang kelas baru dan juga beberapa fasilitas ruangan di Yayasan MI Darul Huda.

“Pada dasarnya saya disini diundang untuk memberikan teknis pengerjaan pembangunan Yayasan MI Darul Huda,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Guna menjaga kualitas dan kuantitas, pengadaan material bukan dari pihak kontraktor melainkan dari pihak Yayasan itu sendiri.

“Hal tersebut dilakukan bentuk pertanggungjawaban Yayasan ke Kedutaan Jepang,” ujar Yudi.

Sementara itu Kepala Sekolah MI Darul Huda, Titin Suwartini mengungkapkan jumlah siswa sebanyak 121 orang dengan empat ruangan belajar ditambah satu kantor.

“Jadi, sebenarnya kita masih kekurangan 3 ruang kelas belajar dan juga untuk ruang kantor dan fasilitas lainnya seperti MCK (toilet). Karena selama ini kegiatan belajar mengajar kita menggunakan rungan lantai II di Masjid Darul Huda,” jelasnya.

Ketua Yayasan MI Darul Huda Ali Al Bustom mengatakan, berdirinya Yayasan Darul Huda di khususkan bagi anak – anak Kaum Duafa dan Yatim Piatu. Adapun kondisi Yayasan saat ini terbilang cukup mengkhawatirkan, menurutnya ada ruang kelas bimbel dengan satu ruang kelasnya dilakukan penyekatan.

“Sebenarnya, kita dari Yayasan MI Darul Huda sudah beberapa kali mengajukan proposal bantuan dana,” kata Ali Al Bustom.

Ali mengatakan, pengajuan proposal sudah ia berikan baik itu di Pemkab Cianjur dan juga ke Pemprov Jabar, namun tak juga ada kabar baik.

“Alhamdulillah, tepatnya di tahun 2018, Yayasan MI Darul Huda mencoba mengirimkan proposal bantuan dana ke kedutaan Jepang dan di bulan September tahun 2019 proposalnya di acc oleh pihak Kedutaan Jepang kurang lebih sebesar Rp 1,1 Milyar,” ujarnya.

Ali mengatakan, dana tersebut, merupakan dana dari hasil pajak masyarakat di Jepang. Jadi, selain untuk pembangunan, juga dana tersebut juga bisa digunakan untuk sosial dan pendidikan

Kepala Desa Gadog Miftahudin mengatakan, perasaannya malu sekaligus bangga. Karena sebagai pemeerintahan Desa Gadog belum bisa memberikan bantuan untuk pembangunan Yayasan MI Darul Huda, dan ternyata sekarang telah mendapatkan bantuan dari Kedutaan Jepang.

“Jujur saya malu, tapi alhamdulillah sekarang telah mendapatkan bantuan anggaran dari Kedutaan Jepang, semoga bermanfaat dan barokah. Sedangkan untuk pelaksanaan proyeknya tentunya akan dilaksanakan oleh putra terbaik dari Desa Gadog dan sekaligus seorang kontraktor yakni bapak Yudi Dharmawan,” pungkasnya.(yis/hyt)