Soal Program Sembako, Herman: Kualitasnya Buruk? Kembalikan, Barangnya Kurang? Laporkan

CIANJUR – Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan kualitas dan kuantitas barang yang diterima oleh penerima bantuan program sembako haruslah terjamin.

“Kalau ada kejadian jumlah beras yang diterima kurang, atau berbau, jangan diterima. Kembalikan. Begitu pula dengan sembako lainnya seperti telur, abon, dan kacang-kacangan. Kualitasnya harus bagus dan jangan dikurang-kurangi,” kata Herman saat melakukan pemantauan dan evaluasi program sembako di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Senin (10/2020).

Di depan sekitar 300 orang penerima bantuan program sembako di Desa Jamali, Herman juga menginstruksikan langsung perwakilan pihak e-Warung untuk memastikan barang yang didistribusikan memiliki kualitas yang baik.

“Saya dapat beberapa keluhan, jadi tolong ini diperhatikan betul. Kalau di sini, relatif tidak ada masalah tapi tolong tetap dijaga distribusinya,” kata Herman.

Ia juga sempat melempar pertanyaan mengenai kualitas beras yang diberikan ke para penerima bantuan program ini. Secara kompak, hadirin yang didominasi ibu-ibu menjawab kualitas beras yang diterima cukup baik.

Terkait tidak diberikannya struk oleh pihak e-Warung, Herman juga langsung menginstruksikan Tim Koordinasi Kabupaten dan Kecamatan mengecek titik di mana keluhan tersebut muncul.

“Kalau masyarakat menemukan indikasi ini (tidak diberikan struk) tolong segera laporkan ke tim. Akan segera kami evaluasi pihak e-Warung ataupun penyedianya,” kata Mantan Direktur Utama PDAM Cianjur ini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Ahmad Muttawali mengatakan pihaknya juga akan melakukan evaluasi dan menegur pihak e-Warung di wilayah yang muncul banyak keluhan.

“Akan kami tegur dan pastikan kejadian serupa tidak terulang lagi. Kuantitas dan kualitas barang yang diterima warga, harus terjamin,” kata Muttawali.

Ia juga mengatakan kasus-kasus seperti kurangnya item, ketiadaan struk, dan kualitas sembako yang kurang baik sifatnya masih kasuistik di beberapa desa saja.

“Ini jadi bahan evaluasi kami. Tapi jangan disamaratakan seakan-akan seluruh kabupaten bermasalah,” katanya.

Beberapa temuan yang ada juga telah ditangani dengan baik. Misalnya di Desa Cibulakan, ada masyarakat yg mendapatkan telur yg rusak.

Setelah ditelusuri dari 253 pack telur yang dibagi ada 12 pack atau 72 butir yg rusak. Hal tersebut sudah dilaporkan Ketua Agen E Warung dan telah diganti oleh Suppliernya.(rls/hyt)