Akademisi UNPAD Kritisi Suplai Bawang Putih

BANDUNG – Pengaturan suplai bawang putih dinilai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNPAD, Prof Yudi Azis harus segera diselesaikan.

Menurut Yudi, sebagai negara terbuka akan ekspor-impor seharusnya Kementrian Perdagangan sudah bisa mengantisipasi kondisi yang terjadi saat ini.

“Kebutuhan diisi oleh internal dan eksternal, prinsipnya suplai harus seimbang dengan permintaan. Kalau tidak akan ada interpensi, lalu adanya Bulog untuk menjaga stabilitas keseimbangan dan kesehatan,” ujar Yudi kepada wartawan di UNPAD, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, jika memang mayoritas suplai dari Tiongkok maka kementrian harus bisa mencari alternatif lain seperti Rusia, Korea, dan Vietnam.

“Jangan sampai tetap memaksakan dari Tiongkok, dengan harga murah tapi punya resiko besar di kesehatan,” ucapnya.

Di lokasi serupa, Kaprodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNPAD, Rudi Kurniawan menambahkan, perihal virus corona yang sedang ramai diperbincangkan harus segera dianalisis apakah bisa dengan mudah menyebar ke bahan makanan.

“Pemerintah harus mencermati informasi juga, virus yang notabene menyerang tubuh manusia ini apakah dengan sangat mudah bisa ada di produk pertanian, bawang putih,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, jika dinilai dampaknya sangat parah akan penyebarannya maka segera mencari alternatif lain untuk menjaga stabilitas harga.

“Bawang putih memang bukan salah satu produk pangan seperti beras, tapi juga sangat dibutuhkan,” tutupnya.(nik)