Warga Keluhkan Saluran Air Perumdam

0 68

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Warga Kampung Cibogo, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Selain kemarau, terhentinya saluran air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur selama tiga bulan, menjadi faktor utama sulitnya mendapatkan air.

Hoti, 50, warga Kampung Cibogo, Desa Hegarmanah, mengatakan, saluran air dari Perumdam ke rumahnya sudah terhenti sejak tiga bulan lalu. Sehingga, ia beserta warga lainnya sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. “Meski tidak mengalir, kami tetap membayar tagihan selama tiga bulan. Jadi seperti membayar angin saja,” keluh Hoti kepada sejumlah wartawan, kemarin (1/8).

Dikatakan Hoti, pemasang jaringan air dari Perumdam Tirta Mukti ini dilakukan sejak satu tahun lalu, dengan harapan saat memasuki musim kemarau keluarganya tidak kesulitan untuk mendapat air bersih, terlebih tempat tinggalnya menjadi langganan kekeringan.

Namun, sejak dipasangnya saluran pipa air ke kampungnya, kondisinya tidak berjalan sesuai harapan. Meski demikian, warga tetap diwajibkan untuk membayar beban ke pihak Perumdam. “Sejak dipasang jaringan pipa Perumdam, aliran air tidak pernah normal. Bahkan, ada beberapa warga yang membongkar pipa karena tak mau bayar angin,” katanya.

Dikatakan warga lainya Nurlela, 24, sekitar 150 kepala keluarga di kampungnya mulai mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur mengering dan air dari Perumdam tidak mengalir. Air yang semula bisa didapat pada kedalaman sumur lima meter kini tak lagi terlihat meski di kedalaman 15 meter sekalipun. “Tidak hanya untuk kebutuhan air minum, warga juga sulit mengerjakan aktivitas yang membutuhkan pasokan air,” ujar Nurlela.

Ia menjelaskan, saat ini warga membuat sumur darurat di areal pesawahan demi mendapatkan air bersih. “Sudah tiga bulan terakhir ini sumur mulai mengering. Ya semenjak saluran dari Perumdam ini gak mengalir,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini beberapa warga memanfaatkan air untuk kebutuhan minum dan masak dari sumur darurat yang mereka buat. Meski debit airnya terbilang minim, masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Biasanya setiap hari warga bisa mendapatkan air bersih sekitar empat jerigen dari setiap sumur. “Sekarang, airnya sedikit jadi terpaksa diatur, dan setiap warga dibatasi untuk mengambil air,” katanya.

Kepala Desa Hegarmanah, Toni Sutarwan membenarkan, jika warga di Kampung Cibogo kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena selain sumur-sumur milik warga mulai mengering, saluran air dari Perumdam juga tak pernah berjalan secara normal.

“Barusan sudah kami bahas di Musdes, jadi untuk mengantisipasinya Dana Desa yang kami dapatkan pada tahun 2019 nanti, akan dialokasikan untuk membuat sumur bor,” kata Toni.

Sementara itu, pihak Perumdam Tirta Mukti Cianjur melalui Kabag Hubungan Langganan, Neti, membantah, bahwa wilayah Desa Hegarmanah pasokan airnya bukan dari Perumdam Kabupaten, melainkan dari PAM desa. Menurutnya, yang menjadi pelanggan Perumdam untuk wilayah timur adalah Kecamatan Samolo, Karangtengah, Gading Asri, Bangau Village, serta Kavling Randu Asri.

“Saya cek, untuk pelangan di Sukaluyu itu belum ada. Untuk Desa Hegarmanah itu yang saya tahu dari PAM pedesaan, dan biasanya kalau ada salah satu wilayah yang mengalami kekeringan biasanya Camat atau Kepala desa suka minta bantuan pasokan air bersih ke pihak kami untuk dikirim dengan menggunakan mobil tangki,” katanya.

Neti mengatakan, Masyarakat yang bukan pelanggan Perumdam boleh mengajukan permohonan air bersih dengan membuat surat permohonan resmi dan ditujukan ke Direktur utama Perumdam. Selanjutnya biasa dikoordinir oleh kepala desa atau RT dan RW setempat karena masyarakat harus menyiapkan penampungan atau tempat-tempat untuk menyimpan air. (mg2/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.