Penderita HIV/AIDS Bertambah

Ngeri, Seks Menyimpang Penyumbang ODHA Terbesar

0 112

CIANJUR, cianjurekspres.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat ada penambahan puluhan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) baru hingga pertengahan tahun ini. Pelaku seks menyimpang terutama laki-laki seks laki-laki (LSL) menjadi penyumbang yang cukup besar untuk ODHA.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, mengatakan, dari data dinas sebanyak 42 ODHA di pertengahan tahun ini, yang berasal dari kaum gay mencapai 45 persen. Risiko penularan HIV/AIDS pun lebih tinggi dibandingkan WPS ataupun kategori risiko tertular lainnya.

“Itu untuk data hingga pertengahan tahun, masih ada cukup banyak rentang waktu hingga kahir tahun. Dimungkinkan ada penambahan lagi. Dan LSL ini tetap jadi penyumbang yang besar untuk ODHA,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Selasa 31/7).

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, untuk 2017, jumlah ODHA baru mencapai 168 Orang. Dari angka tersebut, 86 orang di antaranya merupakan pelaku seks menyimpang atau gay.

Sementara itu, jika berdasarkan data sejak 2005 sampai 2016 tercatat ada 655 ODHA di Cianjur, 8 di antaranya merupakan anak usia 3 sampai 9 tahun, 12 orang di usai 10 sampai 18 tahun dan ratusan lainnya berada di umur 18 sampai 40 tahun.

Dikelompokan berdasarkan penyebab, ODHA di Cianjur 88 persen didominasi hubungan seksual dengan gonta ganti pasangan serta seks menyimpang, 11 persen terdiri dari pengguna narkoba dengan jarum suntik dan 1 persen faktor turunan.

Menurut Efa, perlu adanya kerja sama semua pihak untuk mencegah penyebaran seks menyimpang. Apalagi risiko penularan HIV/AIDS yang lebih tinggi.

“Dari Dinkes tentunya digerakan penyuluhan untuk mencegah penularan penyakitnya. Tapi penting juga mencegah perilaku seks menyimpangnya, melalui penguatan keluarga dan lingkungan yang agamis,” katanya.

Bahkan, menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mewacanakan untuk melakukan tes VCT pada pegawai di perusahaan-perusahaan di Kota Santri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular berbahaya.

“Pasti kemungkjinan itu ada, makanyua perlu VCT, dimana itu untuk deteksi dini HIV/AIDS dan untuk penyakit menular sexual lainnya,” kata dia.(bay/red)

________________________________

**Data Penderita ODHA 2005-2016

1. Jumlah ODHA 655 orang
2. 8 di antaranya anak usia 3-9 tahun,
3. 12 orang di usai 10 sampai 18 tahun
4. Ratusan lainnya berada di umur 18-40 tahun

**Data Penderita ODHA 2017

1. Jumlah ODHA mencapai 168 Orang
2. 86 orang di antaranya merupakan pelaku seks menyimpang atau gay

**Data Penderita ODHA Juli 2018

1. Jumlah ODHA 42 orang
2. 45 persen berasal dari kaum Gay/LSL

**Kaum gay atau LSL jadi penyumbang besar untuk ODHA

**Seks menyimpang resiko penularan HIV/AIDS lebih tinggi dibandingkan WPS.

**Penularan ODHA

1. 88 persen ODHA didominasi hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan serta seks menyimpang
2. 11 persen terdiri dari pengguna narkoba dengan jarum suntik
3. 1 persen faktor turunan.

**Wilayah berpotensi besar munculnya ODHA baru

1. Kecamatan Cianjur
2. Kecamatan Cipanas
3. Kecamatan Ciranjang

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.