Jumlah ASN di Cianjur Semakin Berkurang

CIANJUR – Jumlah Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Kabupaten Cianjur semakin berkurang. Pasalnya kuota penerimaan ASN baru tidak seimbang dengan jumlah yang sudah pensiun. 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cianjur, Budi Rahayu Toyib mengatakan, kekurangan ASN di Cianjur sebagian besar untuk tenaga pendidikan dan tenaga medis atau kesehatan serta pertanian (penyuluh).

“Iya, jumlahnya semakin berkurang. Ini dikarenakan jumlah pensiun dan rekrutmen ASN yang baru tidak seimbang,”katanya kepada cianjurekspres.net, Sabtu (25/1/2020).

Kondisi tersebut lanjut Budi, terjadi sejak diberlakukannya moratorium PNS tahun 2011, dimana setiap tahun sekitar 300-500 ASN pensiun sehingga berdampak kurangnya jumlah ASN di Kabupaten Cianjur.

Tercatat jumlah ASN pensiun di Kabupaten Cianjur sebanyak 514 orang. Data tersebut dihimpun melalui aplikasi Kepegawaian BKKPD.

“Dalam aplikasi kepegawaian BKPPD, tercatat yang pensiun 514 ASN,”ujarnya.

Sementara itu, data jumlah ASN yang tercatat selama tahun 2019 sebanyak 11.704 orang. Pihak BKPPD Cianjur sudah mengusulkan kurang lebih 600 PPPK yang lulus seleksi. Namun diakui Budi, sampai saat ini masih menunggu SK penetapannya.

“Walaupun tahun 2019 mengusulkan lebih kurang 600 PPK yang lulus test, tapi sampai sekarang belum keluar SK penetapannya,”ungkapnya.

Untuk tenaga honorer, tutur dia, pegawai mendapatkan legalitas atau SK dari pimpinan instansi masing-masing tempat mereka bertugas. Seperti untuk tenaga honorer guru mendapatkan SK dari kepala sekolah dan untuk tenaga bidan PTT mendapatkan SK dari bupati.

“Mereka mendapatkan honor dari BOS dan APBD,”   katanya.(rid/hyt)