Bakal Usung Petahana di Pilkada 2020, Ono Surono: Herman Suherman Kader PDIP

CIANJUR – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengungkapkan partainya akan mengusung Herman Suherman sebagai calon bupati Cianjur di Pilkada 2020. Alasannya, selain sebagai petahana (incumbent), Herman sudah menjadi kader atau Anggota DPC PDI Perjuangan per 23 November 2019.

Hal tersebut diutarakan Ono saat dikonfirmasi terkait siapa saja petahana yang akan diusung PDIP di Pilkada 2020 Jawa Barat.

“Alasannya, kader atau Anggota DPC PDI Perjuangan per 23 November 2019. Incumbent Bupati. Survey terhadap popularitas, elektabilitas dan tingkat kepuasan kinerja sangat tinggi. Berpotensi didukung oleh beberapa partai dan saat ini sedang penjajakkan untuk menentukan calon wakil bupati,” papar Ono melalui WhatsApp kepada cianjurekspres.net, Senin (21/1/2020).

Selain Cianjur, PDIP juga akan mengusung kadernya yang juga petahana di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya.

Khusus di Kabupaten Pangandaran, jelas Ono, selain incumbent Jeje Wiradinata merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan. Terlebih survey terhadap popularitas, elektabilitas dan tingkat kepuasan kinerja sangat tinggi.

Baca Juga: PDIP: Konsolidasi Internal Selesai Februari 2020

“Alasan lainnya, didukung mayoritas partai dan berpotensi hanya 1 paket calon,” katanya.

Lalu Ade Sugianto. Sebagai incumbent, Ade merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak hanya itu, dilihat dari survey terhadap popularitas, elektabilitas dan tingkat kepuasan kinerja juga sangat tinggi.

“Sudah didukung oleh PAN dan sedang melakukan penjajakkan menentukan pasangannya (Wakil Bupati) yang diharapkan dari kalangan ulama,” tandas Ono.

Sementara itu Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo saat dikonfirmasi membenarkan jika Herman Suherman sudah menjadi kader PDIP.

“Apa yang dikatakan Ketua DPD (Ono Surono-red) ya benar, kaitan dengan Pak Herman sudah menjadi Kader PDI Perjuangan. Saya kurang begitu tahu karena itu ke DPD langsung waktu proses itu. Waktu itu memang langsung KTA (Kartu Tanda Anggota-red) dari DPD,” katanya saat dihubungi via WhatsApp.

Terkait nanti siapa pendampingnya, jelas Dadang, partai akan berkoalisi. “Nanti ditanya ke calon bupatinya, siapa nanti yang akan mendampingi. Nanti wakilnya, kan kita belum tahu sampai saat ini,” pungkasnya.(hyt)