Bahaya Ikan Asin Untuk Anak Kecil, Ini Penjelasannya

BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merilis pemicu kanker lasofaring dari konsumsi ikan asin dan faktor keturunan.

Kanker lasofaring atau kanker yang terletak dibelakang hidung paling bayak diderita laki-laki, yakni berada di posisi kedua terbanyak. Dibandingkan perempuan diposisi kedelapan.

Dokter Spesialis THT RSHS Bandung, Yussy Arfiani Dewi menjelaskan, masih banyak yang belum tau seringnya konsumsi ikan asin mampu mempercepat pertumbuhan tumor.

“Khususnya mereka yang memiliki resiko paling tinggi seperti ada faktor keturunan,” ujar Yussy dalam Open discussion Word Cancer Day, Di RSHS Bandung, Senin (20/1/2020).

Ia mengingatkan, untuk orangtua jangan memberikan makan ikan asin secara rutin sejak kecil.

“Awalnya mengkonsumsi ikan asin berbahaya untuk yang memiliki usia 40-50 tahun, tapi semakin kesini bergeser dan diketahui bahaya untuk usia 7-10 tahun jika secara rutin,” bebernya. Selama 2019, ada 10 anak yang terkena kanker.

Hasil penelitian, ikan asin memiliki reaksi tersendiri usai dijemur. Yakni, antara sinar ultraviolet dengan ikan asin akan bereaksi di usus dan mengeluarkan zat Karsinogen.

“Menurut penelitian frekuensi pertama baru diketahui bahayanya konsumsi ikan asin sejak kecil, untuk jenis dan jumlah gramnya berapa masih proses penelitian,” bebernya.

Menurutnya, belum ada spesifik jenis ikan asin yang tidak boleh dikonsumsi.

“Kalau sudah masuk ke pabrik, sudah banyak yang diolah bercampur pengawet,” pungkasnya.(nik)