Parpol Non Parlemen Usung Toha-Ade Sobari, Begini Respon Demokrat

Pilkada Cianjur 2020

CIANJUR – Manuver lincah Parpol Non Parlemen yang lebih awal mengusung Muhammad Toha-Ade Sobari, sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Cianjur melalui jalur perseorangan di Pilkada 2020 dinilai positif Partai Demokrat.

Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Jevernando menegaskan partainya sangat menghargai keinginan, kehendak dan hak masyarakat Cianjur untuk mengusung sekaligus mencalonkan orang-orang kredibel yang di percaya menjadi calon bupati dan wakil bupati.

“Mudah-mudahan apa yang mereka (parpol non parlemen) lakukan bisa terpenuhi persyaratan pencalonan,” katanya kepada cianjurekspres.net, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, langkah Parpol Non Parlemen yang lebih awal mengusung Toha dan Ade Sobari bisa mendorong partai politik lainnya untuk segera menentukan calon yang akan diusung di Pilkada Cianjur 2020, termasuk Partai Demokrat.

“Pak Toha sebagai seorang politisi handal, beliau pernah tiga kali menjabat anggota dewan, ketua partai dan memiliki jaringan kuat sampai ke desa-desa. Pak Asob (Ade Sobari) juga sama, beliau juga politisi yang mumpuni,” tutur Jevernando.

Diberitakan sebelumnya, Partai Politik Non Parlemen akhirnya menemukan pendamping Muhammad Toha untuk maju di Pilkada Cianjur 2020 dari jalur perseorangan. Sosok tersebut ternyata Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Cianjur, Ade Sobari.

Kepastian sosok pendamping M. Toha tersebut usai parpol non parlemen menggelar pertemuan di kediaman Ketua DPC Hanura Kabupaten Cianjur, Ade Sobari, Sabtu (4/1/2020).

Hadir juga seluruh perwakilan parpol non parlemen yakni Perindo, PSI, PKPI, Garuda dan Berkarya. Posisi Bacalon Bupati Muhammad Toha dan Wakil Bupati Ade Sobari.

“Dasarnya sudah dirumuskan bersama, kita hitung peta bersama sehingga yang memang rasional memutuskan Ade Sobari,” kata Toha.

Sebetulnya, jelas Toha, parpol non parlemen sudah melakukan langkah-langkah mencari kandidat lain tetapi realitanya berbeda.

“Kita sudah punya blue print (cetak biru-red) visi misi yang diusung dan yang memahami kita juga,” katanya.

Langkah selanjutnya ungkap Toha, pihaknya terus mengumpulkan surat dukungan sebagai tiket maju dari jalur perseorangan.

Sementara itu Ade Sobari mengatakan, dirinya tidak bisa menolak jika seluruh partai yang tergabung di parpol non parlemen memutuskan hal tersebut.

“Intinya bagaimana parpol non parlemen melalui jalur independen membuat suatu terobosan baru di pilkada. Kalau sudah keputusan itu, tidak bisa menolak,” katanya.(hyt)