Gomez Cium Aroma Diskriminasi

0 84

 

BANDUNG, cianjurekspres.net – Pelatih Persib, Mario Gomez, dibuat geram dengan keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI. Pasalnya, dalam waktu bersamaan dua pemain Persib dikabarkan mendapatkan sanksi larangan bermain.

Dari informasi yang beredar, sesuai hasil sidang Komdis PSSI pada 25 Juli 2018, tercatat dua pemain Persib, Hariono dan Bojan Malisic mendapatkan sanksi. Hariono mendapatkan sanksi berupa larangan bermain dalam dua laga dan denda sebesar Rp10 juta karena terbukti melakukan pelanggaran menyikut Diego Assis pada laga Persib menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, beberapa waktu lalu.

Sama halnya dengan Bojan Malisic, yang mendapatkan larangan bermain dalam dua laga dan denda sebesar Rp20 juta karena melakukan pelanggaran menginjak pemain Persela. “Saya mau bertanya pada Ketua Umum PSSI, kenapa Persib yang selalu mendapatkan masalah. Setiap pertandingan juga selalu ada kartu kuning. Tapi, tim lain beda. Saya tidak tahu, ini opini saya,” kata Gomez, belum lama ini.

Beberapa pertandingan sebelumnya, Persib menganggap sanksi dengan mudah diberikan Komdis PSSI terhadap mereka. Seperti halnya Oh In-kyun, Jonathan Bauman, dan Ezechiel N’Douassel yang menerima kartu kuning hingga harus mendapatkan hukuman larangan akibat akumulasi kartu.

Gomez merasa tim Maung Bandung seperti menjadi korban diskriminasi dalam peraturan yang ditetapkan PSSI. Pasalnya, tim lain sangat jarang dan bahkan kerap lolos dari sanksi. “Saya tidak mengerti kepada satu tim, mereka memiliki aturan, dan aturan itu berbeda pada klub lain. Mungkin mereka mempunyai dua peraturan, satu aturan untuk beberapa klub dan aturan satu lagi untuk klub lainnya,” ujar pelatih asal Argentina itu.

Gomez pun penasaran ingin bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang dinilai bisa memberikan sanksi terhadap timnya dengan mudah. “Ini bukan bentuk rasa tidak respek saya, tetapi hanya bertanya apakah benar seperti itu apa tidak, apakah mereka punya masalah dengan Persib atau tidak. Kami ingin memenangkan poin di lapangan, tapi tidak di dalam ruangan dan di meja,” ungkapnya. (bbs/yhi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.