TPA Pasir Sembung Jadi Lokasi Liburan

CIANJUR – Para siswa sekolah dasar yang tergabung dalam komunitas Zero Waste Cianjur mengisi liburan dengan cara yang unik, yakni mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung, Minggu (5/12/2020).

Kedatangan mereka tak hanya untuk melihat sampah, melainkan belajar mendaur ulang pampers sekali pakai agar bisa di buat pot tanaman.

Founder komunitas Zero Waste Cianjur dan Saung Baca, Sandi Mulyadi mengatakan, anak-anak mengisi liburan yang anti menstrim pada umumnya.

“Biasaya liburan tuh identik dengan tempat indah, nyaman bersih dan sebagainya. Saya coba ajak mereka ke TPA. Ditambah isu yang sangat dibicarakan pula oleh maryarakat tentang sampah,” kata dia kepada Cianjur Ekspres.

Ia melihat, kegiatan ini menjadi penguat literasi di taman bacaan saung baca. Tentu saja, setiap harinya berinteraksi dengan anak-anak yang menjadi aset generasi masa depan berkelanjutan.

Sandi mengatakan, peran dan pesan edukasi yang dibawa anak-anak ke lokasi, agar bisa melihat secara lansung dan mengajari bahwa masalah persampahan adalah bagian dari tanggung jawab mereka juga.

“Sampah belum bisa terintegrasi dengan baik, di Cianjur, peran masalah sampah adalah tanggung jawab bersama, terutama peran anak. Nantinya mereka akan terbiasa untuk menjaga lingkungan sejak dini,” katanya.

Jadi, Sandi melanjutkan, dikemudian hari setelah mereka dewasa, mampu memahami bahwa pengolahan sampah yang terintegrasi atau mengolah sampah yang memang sesuai dengan Undang-undang harus ramah lingkungan. Pola-pola itu yang ia berikan.

“Kolaborasi dengan pemerintah ini adalah salah satu bentuk edukasi yang secara langsung, di mana tadi dari pihak pemerintah melalui DLH nya di TPA Pasir Sembung mengkapanyekan, mengyosialisasikan tentang 5R. Reduce ( kurangi), Reuse (gunakan/manfaatkan kembali), Recycle (daur ulang) dan
rethink ( pikirkan) replace (ganti),” ujarnya.

“Kita mengajak berpikir untuk melakukan apa yang kita butuh dalam sehari-hari itu, ini akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan untuk masalah sampah. Anak-anak di ajak untuk merubah media di mana penggunaan kemasan sekali pakai kita bisa menggunakan seperti botol minum atau wadah maka,” pungkasnya. (job3/nik)