Sampah Jadi Produk Perawatan Kulit, Ini Penjelasannya

CIANJUR – Menyikapi persoalan sampah disekitar perumahan, perkantoran dan lingkungan sekitar, alat daur ulang sampah organik 120C, resmi diluncurkan di Perumahan Gading Asri, Desa Bojong Kecamatan Karangtengah, Jumat (13/12/2019).

Alat pengolahan atau daur ulang sampah organik dan anorganik 120C, yang menggunakan bahan dasar lokal, dan berfungsi menghasilkan carbon aktif sebagai bahan bakar alternatif (briket), juga bisa untuk perawatan kulit charcoal masker, lulur dan lainnya. Juga sabun batang charcoa.

Koordinator Project 120C, Nenden Raspati R, SH mengatakan, sejauh ini pengelolaan sampah yang ada di sekitar kita itu menggunakan tekhnologi tinggi. Pihaknya akan mencoba menginisiasi bagaimana caranya agar pengelolaan sampah yang ada di kita bisa di kelola secara langsung oleh masyarakat.

“Tentunya dari dasar pemikiran seperti itu berarti kita harus menggunakan tekhnologi tepat guna yang menggunakan manufaktur yang bisa didapat secara mudah, artinya produk lokal, dan alatnya bisa di fungsikan oleh masyarakat secara langsung,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, belum lama ini.

Nenden melanjutkan, alat 120C sebetulnya alat pemula, karena masih ada rangkaian alat-alat lainnya. Cara kerja alat ini fungsinya adalah untuk mendaur ulang sampah-sampah organnik dan an organik, yang berasal dari rumah tangga.

“Kita punya proyeksi, kalau saja sampah dari rumah tangga itu perharinya misalkan rata-rata 4 orang sekitar 2 kilogram, jika di kali 100 rumah seharinya bisa mencapai berapa kilo? Nah sejauh ini yang menjadi persoalan terbesar tentang sampah itu kita hanya bisa membuang saja, dan itu menambah masalah. Contoh kecil kemarin saja hampir terjadi ledakan gas metan katanya di TPA Pasir Sembung Cilaku,” ungkapnya.

Berarti, lanjut dia, upaya kita bagaimana cara menahan lonjakan tingginya jumlah sampah, berarti dengan cara mengelola di tempat. Jurur kita mengakui bahwa di Cianjur itu perumahan sudah banyak, penyumbang jumlah sampah terbanyak itu dari perumahan ternyata. Makannya kami harus mencoba bagaimana menangani pengelolaan tentang sampah ini di Cianjur.

“Itu sisi lingkungannya kami ingin ikut mengambil bagian, turut menjaga lingkungan agar tumpukan sampah di TPA Pasir sembung tidak terlalu tinggi, kalau tingginya jumlah sampah di Pasir Sembung sudah di bayangkan adanaya ledakan gas metan. Apalagi kalau sudah masuk ke musim hujan, sampah kena air, sampah basahnya itu yang berbahaya, sampai ke sungai bisa di bayangkan efeknya,” ujarnya.

Setelah alat 120C tersebut nantinya bisa digunakan secara tepat oleh msyarakat, diharapkan tingginya jumlah sampah yang di buang ke TPA bisa berkurang, dan ada fungsi ekonomisnya untuk masyarakat. Karena dari hasil daur ulangnya ini bisa menghasilkan karbon aktif, yang bisa di gunakan untuk bahan bakar alternatif seperti briket, dan lainnya.

“Karbon aktif yang dihasilkan dari daur ulang sampah organik dan an organik melalui 120C ini sudah kami buktikan, dia menghasilkan prioduk-produk. Jadi ide ini berangkat dari bagaimana caranya kita mengurangi debit sampah ke TPA Pasir Sembung, tapi kita tetap menggunakan tekhnologi yang bisa dipahami oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Sumarna menyambut baik dengan adanya alat 120C, karena dirasa dapat membantu DLH dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah.

“Kalau memang ini di anggap penting menurut dinas ini sangat penting, karena ini juga pertama ada karena kita juga ada aturan Perda, yang salah satunya adalah sampah berbasis masyarakat, seperti ini yang dikelola langsung oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah,” pungkasnya. (job3/nik)