Ini Alasan Parpol Non Parlemen Usung M.Toha

CIANJUR – Dewan Penasehat Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Politik Non Parlemen, Ade Sobari mengungkapkan alasan mengusung Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) DPC Partai Bulan Bintang, Muhamad Toha sebagai Bakal Calon Bupati Cianjur melalui jalur independen di Pilkada 2020 mendatang.

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Cianjur itu menilai Muhamad Toha merupakan sosok tokoh masyarakat yang sudah paham betul kondisi Cianjur.

” Kita di sekber sepakat mengusung Pak Toha tentunya ada alasan, selain paham betul kondisi Cianjur. Kita juga melihat dari survei yang ada,” kata Ade Sobari kepada cianjurekspres.net, Minggu (10/11/2019).

Menurutnya, sosok Muhamad Toha selalu muncul didalam survei, padahal parpol non parlemen belum melakukan aksi riil di lapangan.

“Urusan politik di dunia politik, Pak Toha sudah terbukti dengan beberapa periode menjadi anggota legislatif dan juga pengusung produk perda. Itu sebagai dasar kami untuk mengusunh Pak Toha,” tegas Ade.

Sambil berjalan, kata Ade, pihaknya akan mencari sosok yang tepat untuk mendampingi Muhamad Toha maju mencalonkan melalui jalur independen.

“Kita akan mencari sosok yang tepat tentunya, karena masih ada waktu juga sampai bulan Maret 2020,” katanya.

Usai memutuskan mengusung Muhamad Toha, Sekber Parpol non Parlemen akan bergerak secara nyata di lapangan.

“Tentunya persiapan administratif, yakni KTP dan dukungan. Karena kita basisnya jelas, tentunya tinggal langsung ke struktural masing-masing parpol non parlemen sekaligus kita sosialisasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Muhamad Toha mengatakan, opsi paling rasional memang jalur independen. Tinggal melakukan konsolidasi dan memenuhi persyaratan untuk maju dari jalur perseorangan.

“Dinamika ini tumbuh dari semangat semua pimpinan parpol non parlemen. Makanya dalam posisi ini, saya mengalir saja,” kata Toha kepada cianjurekspres.net, Minggu (10/11/2019).

Toha mengaku, peluang untuk maju dari jalur perseorangan sangat mungkin dan bicara syarat dukungan sudah memenuhi, dimana parpol non parlemen memiliki 151 ribu suara sah hasil pemilihan legislatif 2019 lalu.

“Tinggal konsolidasi, berangkat dari komunikasi politik dengan berapa calon perseorangan yang membutuhkan pasangan dan dinamika politiknya sedang terjadi,” pungkasnya.(hyt)