Smart Framing 4.0, Cara BNI Tingkatkan Hasil Panen Petani

SUKABUMI – Bank Negara Indonesia (BNI) mendorong peningkatan hasil pertanian para petani di Kabupaten Sukabumi melalui Teknologi Smart Framing 4.0 berbasis internet dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui teknologi tersebut, petani kini semakin mudah memantau kondisi lahan pertaniannya cukup melalui smartphone.

“Metode ini diharapkan akan membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas,” ujar GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI, Bambang Setyatmojo, usai kegiatan gerakan menyosong pertanian 4.0 di Desa Salaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/11/2019).

Teknologi Smart Framing 4.0, jelas Bambang, menyuguhkan teknologi RiTx Soil & Weather Sensor. Sehingga dapat memantau kondisi lahan secara realtime.

Bahkan menurutnya, guna memastikan teknologi itu berjalan efektif dan efisien, BNI akan melakukan pendampingan kepada para petani selama proses budidaya.

“Pada musim panen nanti hasil produksi petani akan diserap oleh offtaker mitra BNI. Ke depan, petani akan menjadi lebih produktif, lebih efisien, dan lebih efektif. Terus hasil lahan atau ladangnya pun mudah dijangkau pasar. Sehingga, petani Sukabumi menjadi profesional dan berkualitas,” kata Bambang.

Ditempat yang sama, Vice President Bisnis Usaha Kecil BNI, Sunarna Eka Nugraha mengungkapkan BNI memiliki peran untuk memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah dan mudah. Satu di antaranya dengan memggunakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Hingga 31 Oktober 2019, penyaluran KUR BNI telah mencapai Rp15,9 triliun serta menyentuh 183 ribu penerima KUR di seluruh Indonesia,” kata Sunarna.

Asep (53), salah seorang petani, berterima kasih atas bantuan yang diberikan BNI, seperti pinjaman KUR maupun Corporate Social Responsibility (CSR) berupa teknologi pertanian. Sehingga, hasil produksi pertaniannya diyakini akan semakin meningkat.

“Banyak manfaat yang didapat dari Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 di Sukabumi. Dengan teknologi ini saya dapat melihat kondisi lahan sawah hanya melalui smartphone,” singkatnya.(job3/hyt)