Fraksi Soroti Penyertaan Modal, Ini Tanggapan Ganjar dan Herman

CIANJUR – Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Cianjur mendorong kajian ulang kaitan penyertaan modal terhadap BUMD, terlebih dengan kondisi Cianjur yang terancam mengalami defisit anggaran pada 2020.

Salah satu fraksi yang mempertanyakan terkait penyertaan modal tersebut adalah Partai Keadilan Sejahtera. Dalam pandangan fraksi yang disampaikan pada Sidang Paripurna, Selasa (5/11) malam, ada penyertaan modal yang dilakukan Pemkab sebesar Rp 11,5 miliar, padahal di sisi lain Cianjur terancam defisit anggaran.

“Dalam nota pengantar Rancangan APBD 2020 Cianjur defisit, namun dalam nota itu juga tertera penyertaan modal. Fraksi kami mempertanyakan hal tersebut, apakah memang menjadi prioritas untuk mempercepat pembangunan atau tidak,” ujar anggota Fraksi PKS, Imronah.

Ketua Fraksi PKS, Asep Riyatman, mengatakan, dalam nota pengantar RAPBD 2020 juga tidak disebutkan secara rinci penyertaan modal tersebut diberikan pada BUMD mana saja. Padahal rincian tersebut penting supaya dewan mengetahui dasar penyertaan modal.

“Yang lebih kami tekankan penyertaan modal itu untuk apa saja dan untuk BUMD mana saja. Kemungkinan kalau tidak menjadi prioritas bisa dicoret untuk menekan nilai defisit anggaran,” kata dia.

Selain itu, PKS juga menilai prioritas anggaran untuk 2020 belum menunjukan langkah konkrit dalam mendukung program peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) berdasarkan bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain PKS, fraksi-fraksi lainnya pun mempertanyakan kaitan program prioritas pembangunan dan penyebab terjadinya defisit anggaran. Apalagi dalam kondisi tersebut masih dicantumkan penyertaan modal terhadap BUMD.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan menuturkan, dengan banyaknya pandangan tersebut, penyertaan modal bisa dihapus. “Bisa, bisa dihapuskan.tergantung nanti pembahasan lebih lanjutnya, mengingat juga dengan adanya defisit anggaran,” kata dia.

Ganjar juga menyinggung masalah belum terbukanya Pemkab dalam nota pengantar RAPBD 2020. Sehingga banyak yang mempertanyakan komposisi anggaran, dan program prioritas secara detil.

“Mudah mudahan bisa terbuka nantinya, dan pertanyaan dari setiap Fraksi bisa dijawab secara detail oleh eksekutif,” kata dia.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, penyertaan modal tersebut bersumber dari pengembalian Dirjen Cipta Karya ke Pemkab Cianjur, sehingga bisa dijadikan modal kembali.

Namun, Herman mengakui jika penyertaan modal itu dihapuskan maka anggaran di tahun depan bisa terselamatkan dari defisit.

“Salah satunya itu (menyelamatkan anggaran dari defisit). Tapi kita lihat saja nanti solusi terbaiknya dalam pembahasan tim anggaran,” kata dia.(bay/hyt)