Lazio Sudahi Puasa Kemenangan 30 Tahun di Kandang Milan

JAKARTA – Lazio mengakhiri puasa kemenangan 30 tahun di kandang AC Milan setelah mereka memukul Rossonerri dengan skor 2-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Italia yang berlangsung di San Siro, Senin (4/11/2019) dinihari wib.

Biancocelesti menang atas Milan di stadion yang sama pada semifinal Piala Italia tahun lalu, namun mereka belum pernah meraih kemenangan tandang atas Milan di Liga Italia sejak Paolo Maldini melakukan gol bunuh diri pada 1989.

Raihan tiga poin dari kandang Milan juga membuat Lazio berhak menghuni peringkat keempat, dengan 21 poin, demikian dilansir laman resmi Liga Italia.

Ciro Immobile hampir membuat Lazio unggul saat pertandingan baru memasuki menit kelima, kali ini sepakan menyudutnya masih dapat ditangani kiper Gianluigi Donnarumma.

Di sisi lain lapangan, Francesco Acerbi memaksa Krzystof Piatek melakukan blok setelah Thomas Strakosha membuang bola dengan buruk, setelah itu tendangan bebas Hakan Calhanoglu melebar.

Lazio berhasil memecahkan kebuntuan berkat gol Immobile. Manuel Lazzarri mengirimkan bola dari sisi kanan dan Immobile dengan cerdik berlari ke depan Leo Duarte untuk menanduk bola menaklukkan Donnarumma.

Gol itu menjadi semakin istimewa bagi Immobile, sebab merupakan gol ke-100nya untuk klub ibu kota tersebut dalam balutan seragam Lazio.

Keunggulan Lazio tidak bertahan lama, karena Milan menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Theo Hernandez mengirimkan bola kepada Piatek, yang menjulurkan badannya untuk menyambar bola. Bola kemudian masuk ke gawang tim tamu akibat defleksi pemain bertahan Lazio Bastos.

Milan terpaksa melakukan pergantian pemain saat mereka menarik keluar Samu Castilejo akibat diduga cedera otot paha belakang. Ia digantikan oleh Ante Rebic.

Sentuhan pertama Rebic adalah sundulan melebar dari umpan silang Ismael Bennacer. Hakan Calhanoglu hampir mencetak gol dari tendangan sudut, saat ia memaksa Strakosha melakukan penyelamatan di tiang dekat.

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi dan menghibur, tetapi peluang-peluang yang ada di kedua sisi lapangan tidak dapat dikonversi menjadi gol karena sentuhan pertama yang buruk dan tekel-tekel akurat.

Lazio mengambil kendali permainan pada fase akhir laga, dan mereka mampu mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-83 melalui gol Joaquin Correa, dengan memanfaatkan umpan terobosan Luis Alberto.(ant/hyt)