Truk Sering Rem Blong, Warga Minta Jalur Gekbrong Ditambah Jalur Penyelamat

CIANJUR – Warga Desa Songgom Kecamatan Gekbrong mengharapkan adanya penambahan jalur penyelamatan di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur untuk mencegah kecelakaan akibat kendaraan besar yang mengalami rem blong.

Eka Pratama, Tokoh Pemuda Desa Songgom, mengatakan, hampir setiap akhir pekan terjadi kecelakaan di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, tepatnya di Desa Songgom hingga perbatasan Desa Gekbrong.
“Biasanya kecelakaan saat akhir pekan, antara Sabtu dan Minggu. Baik itu kecelakaan tunggal hingga beruntun. Kebanyakan mobil dan sepeda motor, tapi tidak sedikit juga truk besar yang mengalami rem blong,” kata dia kepada wartawan, Minggu (3/11/2019).
Dia mengatakan, untuk jalur Bangbayang yang juga kerap menjadi titik kecelakaan kini sudah mulai berkurang. Pasalnya kendaraan besar yang mengalami rem blong mengalihkan laju kendaraan ke jalur evakuasi yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu.
Oleh karena itu, warga di Desa Songgom mengharapkan ada penambahan jalur penyelamatan di titik rawan kecelakaan lainnya di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur untuk meminimalisir kecelakaan, terutama akibat rem blong.
“Kalau kaitan keberadaan lahan yang tidak dekat pemukiman penduduk, saya rasa masih ada di kawasan yang dikenal warga sebagai Pancuran Luhur,” kata dia.
Senada, Dindin Saepudin, warga lainnya mengatakan, keberadaan jalur evakuasi memang perlu ditambah. Sebab jika mengandalkan jalur penyelamatan di bangbayang, risiko terjadinya kecelakaan di jalur tersebut masih tinggi.
“Soalnya ada beberapa titik, kalau ditambah kan bisa lebih efektif. Ketika rem blong di titik lain sebelum bangbayang, masih ada kemungkinan untuk mengalihkan laju kendaraan sehingga tidak terjadi kecelakaan,” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Warungkondang, AKP Gito, mengatakan, sudah cukup banyak kendaraan besar yang mengalami rem blong memanfaatkan jalur penyelamatan di bangbayang, sehingga titik rawan kecelakaan tersebut tidak terjadi kecelakaan.
Menurutnya, penambahan jalur penyelamatan memang perlu untuk dilakukan, mengingat ada beberapa titik rawan kecelakaan di jalur tersebut.

“Dengan adanya jalur penyelamatan di Bangbayang sudah cukup efektif mencegah kecelakaan, tapi memang perlu juga dibuat di titik lainnya,” kata dia.(bay)