ODGJ asal Cianjur Meninggal di Sukabumi, Ini Kata FCS

CIANJUR – Wakil Ketua  Forum Cianjur Sehat, Yusuf Nugraha, menyebutkan, salah satu ODGJ gelandangan yang meninggal dunia setelah sempat dirawat di Panti Aura Welas Asih di Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi merupakan hasil evakuasi relawan kejiwaan pada Juli 2019.

Menurutnya, ODGJ gelandangan yang dinamai Denok (30) tersebut dievakuasi relawan dari Kecamatan Cilaku.

“Jadi pada Juli lalu kami terima laporan jika ada ODGJ gelandangan di wilayah Cilaku. Setelah tim melakukan pencarian akhirnya ditemukan dan langsung dievakuasi untuk dikirim ke panti di Sukabumi dan dirawat di sana,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (2/11).

Dia mengatakan, ODGJ tersebut memang sudah memiliki riwayat penyakit sejak awal evakuasi. Tubuhnya yang obesitas membuat Denok mengidap sejumlah penyakit, diantaranya panyakit jantung.

“Selama di sana juga sering sakit-sakitan, muali dari demam dan sakit lainnya. Tapi kalau penyebab kematiannya, diduga karena penyakit jantung yang memang sudah diidap sejak lama,” kata dia.

Yusuf mengatakan, relawan dan pihak panti sudah berupaya untuk menyembuhkan Denok, baik dari gangguan kejiwaan dan penyakit lainnya.

“Bahkan mengalami demam pada Jumat malam, sudah direncanakan bakal dibawa ke dokter untuk diperiksa dan diobati. Tapi paginya diketahui Denok meninggal,” kata dia.

Dia mengatakan, Denok dimakamkan di TPU di dekat panti. Pasalnya keberadaan keluarga dari ODGJ tersebut masih belum diketahui.

Yusuf pun menegaskan, jika ODGJ tersebut bukan termasuk dalam puluhan ODGJ yang dievakuasi pada program Jalur Sehat, tetapi pasien yang dievakuasi dalam program awal relawan kesehatan jiwa di Cianjur.

“Untuk 49 pasien ODGJ yang dievakuasi saat program Jalur Sehat saat ini sudah ditangani secara maksimal. Sejauh ini sudah ada perkembangan dari segi kejiwaan dan kesehatannya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Tiga orang pasien Orang Dengan gangguan Jiwa (ODGJ) gelandangan di panti Aura Welas Asih di Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia, Jumat (2/11). Dua diantaranya merupakan pasien kiriman dari Cianjur.(bay/hyt)