Dua ODGJ Asal Cianjur Meninggal di Sukabumi

CIANJUR – Tiga orang pasien Orang Dengan gangguan Jiwa (ODGJ) gelandangan di panti Aura Welas Asih di Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia. Dua diantaranya merupakan pasien kiriman dari Cianjur.

Pengelola Panti Aura Welas Asih, Deni, mengatakan ketiga pasien ODGJ yang dirawat di panti tersebut meninggal pada Jumat (1/11). Jarak waktu meninggalnya antara satu pasien dengan pasien lainnya pun hanya dalam hitungan jam.

“Iya ada yang meninggal dunia tiga orang di hari yang sama. Dua diantaranya merupakan kiriman dari Cianjur,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (2/11)2019).

Menurutnya, ODGJ yang pertamakali diketahui meninggal ialah Bonang (45). Pasien yang diduga mengalami stroke tersebut meninggal pada pukul 05.00 Wib.

“Sejak awal memang sudah tidak bisa berjalan karena stroke dan tidak bisa berjalan,” kata dia.

Dua jam berselang atau sekitar pukul 07.00 Wib, lanjut dia, ODGJ yang dinamai Denok (30) juga meninggal dunia. Menurutnya, sehari sebelum meninggal Denok mengalami demam tinggi dan rencananya akan dibawa ke dokter untuk diperiksa.

“Denok merupakan ODGJ yang dikiriman relawan kejiwaan dari Cianjur dan dirawat di panti sejak Juli lalu. Rencananya akan dibawa ke dokter, tapi meninggal pada pagi harinya,” kata dia.

Selain itu, pasien ODGJ lainnya yakni Iwan (17) yang juga merupakan kiriman dari Cianjur pada tahun lalu meninggal dunia pada pukul 14.00 Wib. Pasien yang dikirim dari RSUD Sayang Cianjur tersebut merupakan korban tabrak lari.

Dia mengungkapkan sejak dikirim ke panti, Iwan memang kerap sakit-sakitan dan kondisinya memang sudah cukup parah.

“Tapi kami berupaya agar ODGj tersebut terus diobati, tidak hanya kejiwaan namun juga dari fisiknya. Tetapi ternyata pada Jumat siang, ODGJ tersebut meninggal dunia,” kata dia.

Deni mengatakan, dua ODGJ dari Cianjur dan satu pasien lainnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tidak jauh dari panti. Pasalnya, keluarga dari ODGJ gelandangan tersebut belum diketahui.

“Sudah dimakamkan, beberapa saat setelah diketahui meninggal dunia. Tentu ini menjadi duka mendalam bagi pengurus panti, apalagi tiga pasien meninggal di hari yang sama,” tuturnya.(bay/hyt)