Bengkel Jurnalistik: Jadi Wartawan Jangan asal Tulis

CIANJUR– Keberadaan Bengkel Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Cianjur sangat bermanfaat bagi wartawan untuk mempertajam sebuah tulisan atau enak dibaca oleh pembaca.

Melihat perkembangan tentang jurnalistik khsususnya di Kabupaten Cianjur, saat ini mulai banyak media-media bermunculan untuk menyajikan atau menyuguhkan sebuah informasi yang menarik bagi masyarakat.

Ketua Bengkel Jurnalistik PWI Cianjur Beni Bastiandy Wartawan Media Indonesia mengatakan, tujuan diadakan bengkel jurnalistik ini diharapkan bagi semua wartawan bisa menyuguhkan sebuah karya tulisannya menarik bagi pembaca.

“Saya harapkan dengan mengikuti bengkel jurnalis teman-teman wartawan bisa lebih baik lagi dalam hal penulisan, baik itu dari titik, koma dan bagaimana caranya berita ini si pembaca menjadi lebih tertarik untuk dibaca,” tutur Beni, Jumat (18/10/2019).

Sementara itu Deden Abdul Azis, salah satu wartawan senior dari Tempo mengatakan, yang paling penting dalam membuat sebuah berita itu tentunya harus semenarik mungkin. Dengan tidak melupakan 5 W 1 H. What (apa), Why (kenapa) When (kapan), Who (siapa) Where (dimana) dan How (bagaimana).

“Jadi wartawan itu tentunya harus bisa menyuguhkan sebuah berita yang enak dibacanya, dan kalau dari sisi peristiwa gimana kita caranya agar berita itu menarik dibacanya,” ujarnya.

Modal seorang wartawan itu tentu harus tahu apa yang akan ditulisnya. “Jadi jangan asal tulis saja dengan tidak jelas asal sumbernya,” pungkasnya.(yis/hyt)