Brigade 01 Jabar Siap Pasang Badan

Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

BANDUNG – Barisan Relawan Penggerak Desa (Brigade) 01 Jawa Barat mengirimkan sekitar 10.000 kadernya ke Jakarta sebagai bentuk dukungan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024.

“Kami dari Brigade 01 juga siap pasang badan bagi siapa pun yang mencoba akan menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden,” kata Ketua Brigade 01 Jawa Barat Cecep Kholiludin, di Bandung, Rabu (9/10/2019).

Cecep mengatakan pelantikan presiden dan wakil presiden adalah puncak dari pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dan dijaga maruahnya.

Terlebih, kata dia, terpilihnya pasangan Joko Widodo dan Kiai Haji Ma’ruf Amin sudah ditetapkan oleh KPU, berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui pemilu tidak boleh diganggu oleh siapa pun, dengan alasan apa pun. Hasil pemilu sudah ditetapkan oleh KPU, Bawaslu dan MK, oleh karenanya itu sah secara konstitusi dan mengikat,” kata dia.

“Maka pelantikan presiden harus diterima semua elemen bangsa, dan dilaksanakan secara ikhlas gembira” ujar Cecep.

Pihaknya menegaskan apabila ada pihak yang berniat menggagalkan pelantikan presiden, maka Brigade 01 Jabar siap pasang badan untuk menjaga amanah dan kepercayaan rakyat yang telah memilih pasangan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024.

“Kami dari Jabar akan mengirimkan perwakilan sebanyak 10 ribu orang ke Jakarta,” kata dia.

Menurut dia, keberangkatan 10 ribu anggota Brigade Jabar ini untuk bergabung dengan relawan lainnya yang akan memberi dukungan kepada presiden-wapres terpilih juga sebagai syukuran atas pelantikan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Brigade 01 terdiri dari pegiat desa, elemen desa dan masyarakat desa, jadi kita ini datang ke Jakarta salah satunya mewakili gerakan masyarakat desa,” kata dia.

Dia menambahkan mendukung penuh pihak TNI dan Polri untuk menindak tegas siapa pun yang ingin mengganggu atau menghalangi pelantikan persiden secara inkonstitusional.

“Kami tegaskan TNI dan Polri harus menjamin keamanan pelaksanaan pelantikan ini, mereka telah bersumpah untuk menjaga bumi pertiwi termasuk melindungi pilihan rakyat Indonesia hingga titik darah penghabisan,” kata dia pula.(ant/hyt)