Puluhan Siswa SMK Ikuti Workshop

Tentang Pelatihan dan Penyusunan Modul Pembelajaran Industri 4.0

CIANJUR – Sebayak 34 siswa kelas XII jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Teknik Muhammadiyah Plus Cianjur mengikuti workshop pelatihan dan penyusunan modul pembelajaran industri 4.0 program teaching factory 2019, di kelas, Selasa (8/10).

Mentor Pendamping Workshop Pelatihan dan Penyusunan Modul Pembelajaran Industri 4.0, Alfan Pujo Laksono, mengatakan, kegiatan workshop tersebut adalah lanjutan dari program reputasi SMK di Indonesia. Di mana sekarang sedang era industri 4.0.

“Kelanjutannya adalah di sini, di SMK Teknik Muhammadiyah Plus Cianjur yang mendapatkan bantuan dana teaching factory. Salah satunya adalah fokus untuk pegembangan idustri 4.0 di bidang Augmented Reality & Virtual Reality (AR dan VR) ini menyiapkan SDM yang ahli di bidang industri 4.0, AR dan VR untuk 2 – 5 tahun mendadatang,” kata dia kepada Cianjur Ekspres.

Alfan melanjutkan, workshop tersebut dilaksanakan selama 2 hari, di hari pertama fokus untuk pemgembangan SDM para guru untuk membuat media ajar berbasis 3 dimensi (3D). Di hari ke dua, khusus untuk siswanya, materinya sama tapi levelnya lebih tinggi, materinya mulai dari 3D basic lalu sampai di pengenalan (AR dan VR) sampai konsep ke depannya, pemanfaatnya seperti apa.

“Targetnya dalam 2 tahun mendatang kami ciptakan 10.000 siswa yang ahli di bidang AR dan VR di sini. Harapanya kami ingin ini semakin masif, khususnya di Cianjur karena di Cianjur baru mulai di sekolah ini,” ungkapnya.

Para siswa yang sudah dilatih diwajibkan untuk menjadi mentor di sekolah lain di sekitar Cianjur, tidak hanya di SMK Teknik Muhammadiyah Plus Cianjur, dengan konsep Multi Level Marketing (MLM) di pendidikan.

Dari pihak SMK Teknik Muhammadiyah Plus Cianjur, Latif mengatakan, program tersebut adalah bagian dari upaya sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tentu harus ada lompatan-lompatan dalam penyesuaian diri terhadap perkembangan tekhnologi di luar.

“Ini adalah bagian dari upaya itu, salah satunya adalah tentunya kami mengadakan workshop pembelajaran digital industri 4.0, salah satunya guru saat ini dibekali dengan kemampuan bahan ajar berbasis 3 dimensi, yang salah satunya kemarin kami belajar dengan menggunakan aplikasi 3D yang sangat sederhana,” katanya.

Tetapi, lanjut dia, ketika itu kami lakukan sedikit demi sedikit hasilnya luar biasa dan sebelumnya memang tidak pernah menduga bahwa guru ternyata punya kemampuan yang luar biasa. Ini sangat positif dan bagus sekali dalam rangka meningkatkan layanan terhadap masyarakat di Kabupaten Cianjur.

“Workshop ini harus ada hasil, jadi setelah ini bahwa materi yang diperoleh selama kegiatan harus dikembangkan guna memberikan layana terbaik kepada peserta didik, hingga guru ketika tampil di hadapan siswa di kelas tidak membosankan. Karena mereka mempunyai terobosan-terobosan, kapasitas, dan kemampuan yang baru dalam memberikan materi dengan aplikasi berbasis multimedia 3D,” paparnya.

Lebih jauh Latif menjelaskan, karena ini tidak lanjut dari bantuan teaching factory, artinya pembelajarn berbasis hasil produksi, pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus menghasilkan.

“Belajar di SMK ini kita tidak melulu bagaimana di arahkan lulus harus kerja, tetapi sebelum lulus pun harus menghasilkan sesuatu salah satunya aplikasi yang kami kembangkan ini (AR dan VR) jadi sebuah apliaksi yang dibuat, dikembangkan oleh kita untuk memberikan sebuah gambaran yang real terhadap suatu obyek, dan memberikan informasi secara detail,” pungkasnya (job3/sri).