Siswi MTsN 1 Cianjur Berhasil Sabet Medali Perak di KSM Tingkat Nasional

Baru Kali Pertama Tembus Tingkat Nasional dari Cianjur

CIANJUR – Adinda Ayu Pramadita, siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Cianjur berhasil mendulang prestasi tingkat nasional. Ia berhasil menjadi runner up dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional yang dilaksanakan di Manado pada 16-21 September 2019.

Kepala MTsN 1 Cianjur Saepul Mubarok mengatakan, keberhasilan anak didiknya membawa nama harusm sekolah di kancah nasional tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Terutama para dewan guru yang telah berjuang memberikan perhatian lebih dalam mendidik para siswa.

“Ini sebuah prestasi yang tidak mudah diraih, ini sejarah baru bahwa siswi kita bisa berbuat ditingkat nasional. Sebuah perjuangan panjang telah dilalui, upaya maksimal akhirnya membuahkan hasil,” kata Saepul saat dihubungi Cianjur Ekspres, Senin (24/9).

Adinda Ayu Pramadita yang turun untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) itu telah melewati perjalanan panjang. Berawal dari seleksi di tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang diikuti oleh 21 sekolah berhasil masuk dalam jajaran lima besar yang selanjutnya ikut ditingkat kabupaten.

“Di tingkat kabupaten kembali berhasil menjadi yang terbaik bersama salah satu siswa dari sekolah lain untuk ikut ditingkat provinsi. Alhamdulillah ditingkat provinsi menjadi yang terbaik dan mewakili provinsi untuk tingkat nasional,” jelasnya.

Sebelum berangkat untuk mengikuti KSM di Manado, Adinda harus dikarantana yang dilakukan oleh Kanwil Kemenag selama dua minggu. Selama masa karantina, Adinda diberikan sejumlah pelatihan yang dibina langsung oleh doktor-doktor dibidangnya.

“Kami juga siapkan guru pembimbingnya untuk memberikan materi selama masa karantina. Alhamdulillah hasilnya, meski tidak menjadi yang pertama, kita bersyukur bisa meraih perak pada KSM tingkat nasional ini,” paparnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya keberhasilan salah satu siswinya di ajang KSM tingkat nasional bisa memberikan motivasi kepada siswa dan siswi lainya. Prestasi itu tidak memandang dari kota atau desa.

“Ini satu bukti meski dari kota kecil tapi mampu berbuat ditingkat nasional. Kuncinya adalah kerja keras dengan belajar giat dan tentu selalu berdoa. Ini adalah hasilnya, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya,” tandasnya (sri)