Alun-alun Cianjur Tergenang, Lumpur dan Sampah Berserakan

CIANJUR – Alun-alun Cianjur tertutup material lumpur yang diakibatkan oleh luapan air dari drainase di dekatnya, Selasa (27/8) malam. Diduga luapan air terjadi lantaran drainase yang tersumbat sampah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi lantaran sungai dengan lebar lebih kurang 1 meter dan kedalaman 50 centimeter yang melintasi kawasan alun-alun meluap. Diduga hal itu diakibatkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

“Kejadian sekitar pukul 19.00 Wib. Pada saat itu saya sedang di rumah, dekat sekolah Gedong Asem. Begitu keluar rumah melihat ada genangan air cukup tinggi, sekitar 40 centimeter. Begitu dilihat ke dekat selokan, ternyata airnya meluap,” ujar Rudi Suryadi (51) salah seorang warga setempat.

Menurutnya, debit air yang tinggi tersebut merupakan aliran dari wilayah Kecamatan Cugenang yang mengalami hujan, sebab wilayah perkotaan tidak hujan pada Selasa malam.

Tetapi, debit air yang tinggi tersumbat oleh material sampah yang tersangkut di drainase yang mengalir ke selokan di bawah kawasan alun-alun. Akibatnya air meluap dengan membawa material lumpur.

“Tadi sempat dicek ke pintu masuk drainase yang di bawah alun-alun. Sebab biasanya memang di sana sering terjadi penyimpanan, meskipun tidak pernah sampai banjir seperti ini,” kata dia.

Menurut dia, air mulai surut pada pukul 23.00 Wib, setelah pemerintah RT dan RW di Kampung Gedong Asem Kecamatan Cianjur yang menjadi lokasi alun-alun berkoordinasi agar pintu air di sungai ditutup yntuk ke drainase di kawasan tersebut.

“Air memang surut, tapi menyisakan lumpur ini. Kalau alun-alun yang tertutup material lumpur di pintu masuk dekat Wilayah Kaum Mesjid Agung dan sebagian rumput sintetis. Selain itu lapangan sekolah Gedong Asem juga tertutup lumpur setinggi beberapa centimeter,” kata dia.

Rudi mendesak Pemkab Cianjur segera memperbaiki drainase dan mencegah adanya penyumbatan akibat tumpukan sampah. Pasalnya warga khawatir, banjir akan kembali terjadi apalagi jika memasuki musik hujan.

“Ini baru pertama kali terjadi sampai parah begini. Kalau pun debit nya tinggi hanya sampai batas dari drainase. Kemungkinan ada jalur drainase juga yang tidak berfungsi, selain masalah penyumbatan akibat sampah. Kami harap bisa segera ditangani, supaya warga tidak khawatir ketika nanti musim hujan, sebab kemarau saja sudah begini parah,” kata dia.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, luapan air dari jaringan drainase diduga diakibatkan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan dan menyumbat aliran air. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan warga untuk tidak buang sampah sembarangan.

“Ke depannya jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Sebab bisa menyumbat dan mengakibatkan banjir. Kalau urusan drainase, nanti dinas teknis akan memeriksanya,” kata dia.

Menurutnya, Pemkab Cianjur melalui petugas dari Dinas Lingkungan Hidup membersihkan material lumpur di pintu masuk dan kawasan inti dari Alun-alun C Rabu (28/8) pagi, supaya pada siang harinya landmark Cianjur yang diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu tersebut bisa kembali dikunjungi oleh pengunjung.(bay)