Motivator Gereja Cabuli 7 Anak di Bawah Umur

CIANJUR – Sebanyak tujuh orang anak di bawah umur dan satu orang dewasa menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang motivator gereja di tempat ibadah di Cipanas. Bahkan tersangka yang berinisial TLS (25) sudah melakukan aksinya kepada para korban sejak 2014.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Cianjur, Eko, mengatakan, para korban yang merupakan laki-laki dilecehkan dengan cara dioral, dicium, dan upaya pelecehan seksual lainnya di salah satu vila di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet.

“Pelecehan ini dilakukan di vila tersangka di wilayah Pacet. Hal itu sudah dilakukan sejak 2014 hingga awal 2019,” ujar dia kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor Kejaksanaan Negeri Cianjur, Selasa (23/7).

Menurutnya, tindakannya tersebut dilakukan secara berulang kepada setiap korban, bahkan ada korban yang sampai 10 kali mendapatkan pelecehan seksual.

“Diduga tersangka ini melakukan tindakannya dengan berkedok agama, sehingga para korban yang merupakan jemaat di salah satu tempat ibadah di Cipanas tersebut terbujuk,” kata dia.

Ditanya terkait kronologis lebih lanjut terkait kasus tersebut, Eko mengaku pihaknya belum bisa mengungkapkan, lantaran menjadi materi di pengadilan.

Menurutnya, pelaku dikenakakan pasal 82 ayat (1), (2), (3), (4) Undang-udang 17/2016 tentang penetapan Perpu 1/2016 tentang Perubahan ke-2 Undang nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Rencananya, lanjut dia, berkas tahap dua dari kejaksaan negeri Cianjur akan segera diproses agar secepatnya bisa dilimpahkan ke pengadilan.

“Perkara ini dilaporkan di Polda Jabar kemudian SPDP ke Kejati Jabar pada 12 April 2019. Setelah penelitian berkas perkara dan berkas lengkap, dilanjutkan P21 pada 8 Juli, dan tersangka serta barang bukti diserahkan ke Kejari Cianjur untuk tahap dua 18 juli. Saat ini sedang proses administrasi untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan,” kata dia.(bay/red)