Pesona Curug Cibeet Masih Tersembunyi

CIANJUR – Air terjun (Curug) Cibeet yang berada di Kampung Cidaweung, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur belum banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, jika di kelola dengan baik Curug Cibeet bisa menarik wisatawan.

Curug Cibeet terletak di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, selama ini keberadannya belum banyak diketahui wisatawan. Pasalnya, selama ini selain diakibatkan minimnya promosi objek wisata tersebut juga diakibatkan oleh infrastruktur jalan yang buruk.

Abdul Kodir (35) warga Desa Batu Lawang, Kecamatan Cipanas mengatakan, letak objek wisata Curug Cibeet berada di wilayah Desa Batulawang sekaligus berbatasan dengan wilayah Bogor. Kendati demikian, selama ini curug tersebut sudah dikelola oleh Pemerintah Desa yang ada di wilayah Bogor.

“Padahal sebagian Curug Cibeet itu milik Kabupaten Cianjur. Namun sampai saat ini Pemerintah Cianjur belum mengelola curug tersebut dengan serius,” kata Abdul Kodir.

Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Lawang, Kecamatan Cipanas, Edi Humaedi mengatakan, selama ini keberadaan curug Cibeet hanya baru diketahui oleh segelintir orang saja, karena untuk mencapai lokasi Curug Cibeet pengunjung disuguhkan dengan akses jalan Jalur Puncak II yang kondisinya sampai saat ini sangat memperihatinkan.

“Memang kalau dilihat dari lokasinya memiliki potensi yang cukup besar ntukdikembangkan. Kami ingin dari pemerintah desa mengembangkan curug tersebut, namun karena akses jalan yang belum memadai menjadi kendala utama,” kata Edi saat dihubungi, Rabu (17/7).

Pihaknya menghendaki sebelum adanya upaya pengelolaan Curug Cibeet yang nantinya akan menggunakan konsep kerjasama tersebut. terlebih dahulu akses penghubung menuju lokasi curug agar segera diperbaiki oleh pemerintah.

“Kalau jalan Puncak II sudah mulus tidak rusak seperti ini, mengembangkan curug menjadi objek wisata sangat memungkin sekali, apalagi untuk mendongkrak pendapatan desa melalui sektor wisata.” tegasnya.

Saat ini untuk mencapai lokasi curug dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Padahal untuk kondisi normal hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. “Jalan rusak seperti ini sulit untuk menjangkaunya, jalan setapaknya saja membutuhkan waktu bisa 1,5 jam,” katanya.

Pihaknya berharap ada perhatian dari Pemkab Cianjur terutama untuk membangun infrastruktur jalan Puncak II. “Mudah-mudahan saja jalan Puncak II ini bisa segera dibangun,” harapnya. (sri)