Biji Jagung Warna-warni Dijual Rp 500,-/Biji

Keberadaanya Kian Tersohor

0 37

CIANJUR – Sempat viral beberapa waktu lalu, kebun jagung warna-warni milik Luki Lukman Hakim di Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang menjadi pusat perhatian warga dari berbagai daerah.

Tercatat setiap akhir pekan seratusan pengunjung dari berbagai daerah datang ke kebun jagung yang terletak dibagian selatan kaki Gunung Gede yang sejak satu tahun terakhir ditanami bibit jagung berwarna dan bermotif unik tersebut.

Luki pengelola perkebunan mengatakan ratusan pengunjung tersebut mulai berdatangan sejak kebun jagungnya ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah media massa yang memiliki sebelas motif dan warna.

“Kalau hari kerja pengunjung bisa mencapai 50 orang, sedangkan diakhir pekan mampu mencapai 100 orang lebih dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jabodetabek, bahkan ada yang dari luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera,” kata dia. .

Bahkan pengujung dari luar negeripun ungkap dia, sempat berkunjung ke kebun jagung seluas 3 hektar yang disewanya dua tahun yang lalu, seperti dari Kanada, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat.

“Warga asing tersebut, bertujuan untuk melihat konsep kebun karena kebetulan ada jagung asal benua Amerika yang tumbuh di Cianjur dengan jumlah warna yang lebih banyak,” katanya.

Dia mengungkapkan, pengunjung yang datang memang sengaja ingin melihat jagung warna-warni yang di tanah di sela pembatas area sayuran lain di atas lahan 3 hektar. Namun saat ini ungkap dia, beberapa pengunjung yang datang mengaku kecewa karena tidak dapat melihat langsung jagung di batangnya karena masa panen sudah usai beberapa pekan yang lalu.

“Panen kan sudah sebulan, jadi memang sudah hanya tinggal beberapa pohon yang belum diambil jagungnya. Tapi kami juga siapkan sampel untuk bisa dilihat para pengunjung. Untuk pengunjung yang memang ingin mencoba menanam sendiri pun bisa membeli bibit yang kami jual Rp 500,- per butir,” katanya

Menurut Luki, pengunjung yang ingin melihat langsung panen jagung warna-warni dapat kembali datang pada panen berikutnya tepatnya bulan September. “Sekarang sudah ditanam lagi, dengan area tanam yang lebih luas. Jadi pengunjung bisa lebih menikmati hasil panen selanjutnya, stok jagungnya pun bakal sampai beberapa ton,” kata dia.

Sementara Budi Hardian (40) pengunjung asal Kecamatan Cipanas, mengatakan mendapat informasi kebun jagung warna-warni dari media sosial dan media masa, sehingga sengaja datang karena tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Tapi sayang jagungnya sudah dipanen, sehingga tidak dapat melihat secara langsung dari batangnya. Mudah-mudan saja dimusim panen berikutnya saya dapat berkunjung kembali untuk melihat jagung dengan sebelas warna itu,” katanya.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.