Tak Kelola BPNT, Stok Beras di Bulog Menumpuk

CIANJUR – Sebanyak 4.500 ton stok beras menumpuk di dua gudang Bulog Subdivre Cianjur. Pasalnya sejak program bantuan beras dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), stok tersebut terus menumpuk mengingat penyerapan beras dari petani tetap berjalan.

Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro, mengatakan, sejak empat bulan lalu, stok beras di dua gudang di Cianjur terus bertambah, bahkan sejak berjalannya program BPNT, tidak ada lagi stok yang keluar. Bahkan untuk enam wilayah yang berada di bawah tanggungjawab Subdivre Cianjur, stok yang berada di gudang mencapai 12 ribu ton.

Bahkan di tahun ini, Bulog Subdivres Cianjur menargetkan penyerapan beras dari petani mencaai 19 ribu ton dan saat ini tercatat serapan sudah mencapai 13 ribu ton.

“Penyerapan gabah dan beras terus dilakukan, tapi sekarang tidak ada pendistribusian yang sebelumnya diseimbangkan antara stok yang masuk dan keluar itu melalui program rastra,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Rabu (17/7).

Menurutnya, stok yang ada di gudang sebagian sudah masuk sejak empat bulan lalu. Jika dibiarkan terus menumpuk, dikhawatirkan kualitas berasnya menurun bahkan tidak bisa lagi dikonsumsi. Mengingat batas maksimal kualitas beras tetap normal ialah enam bulan.

“Kalau sebelumnya kan baru masuk sebulan atau dua bulan sudah terdistribusikan. Kalau sekarang sudah cukup lama menumpuk di gudang, jika lebih dari itu kami khawatir terjadi penurunan kualitas,” uangkapnya.(bay)