Petani Sayuran di Cipanas Tak Tersentuh Kartu Tani

0 28

CIANJUR – Ratusan petani di Kecamatan Pacet tidak mendapatkan Kartu Tani yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat, bahkan mereka menilai selama ini petani di wilayah tersebut belum pernah mendapat bantuan apapun.

“Bahkan kami tidak tahu kalau ada program dari pusat yang dapat meringankan petani melalui Kartu Tani. Sebagian besar petani di bawah kaki Gunung Gede ini tidak pernah mendapat bantuan,” kata Neneng (51) petani warga Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet .

Dia menjelaskan seharusnya dengan bantuan Kartu Tani, ratusan petani di wilayah tersebut akan sangat terbantu terutama mendapatkan pupuk bersubsidi yang saat ini harganya melambung tinggi.

Senada terucap dari Deden petani sayuran yang selama ini banyak mendapat pesanan dari sejumlah pasar modern di Jabodetabek. Sejak puluhan tahun terakhir, ungkap dia, petani di wilayah tersebut belum pernah tersentuh program pemerintah.

Meskipun pada jaman Presiden Megawati, kawasan Gunung Putri mendapat bantuan pembangunan lokasi Agrowisata yang saat ini keberadaanya terbengkalai dan tidak terurus.

“Mungkin baru era Megawati mendapat bantuan dari pusat, tapi bukan langsung ke petani melainkan tempat pengolahan hasil pertanian dan tempat wisata pertanian di bagian bawah Gunung Putri,” katanya.

Sedangkan terkait bantuan Kartu Tani, ungkap dia, hampir lima ratus orang petani di wilayah tersebut, baru mendengar dan tidak mendapatkan program tersebut, meskipun bantuan pusat tersebut sangat diharapkan.

“Memang ada segelintir orang yang tahu melalui media masa, namun tidak tahu kalau Cianjur mendapatkan bantuan Kartu Tani. Semoga ini menjadi perhatian pemerintah kalau wilayah kami banyak petani khususnya sayur mayur,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hotikulturan Kabupaten Cianjur mencatat 80 ribu petani di wilayah tersebut sudah memiliki Kartu Tani, namun hingga saat ini belum dapat digunakan secara optimal.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Cianjur, Mamad Nano, mengatakan penyuluhan dan pendataan terkait kartu petani sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu sesuai dengan program pemerintah pusat.

Jumlah petani yang mendapatkan kartu sudah melebihi target awal 60 ribu orang, namun realisasi penyebaran di lapanganan mencapai 80 ribu petani atau 120 persen dari target.

Kartu tani tersebut, ungkap dia, dapat di gunakan petani untuk membeli pupuk bersubsidi di kios resmi yang sudah di tentukan, termasuk digunakan untuk meminjam modal di salah satu bank milik pemerintah.

“Kartu tani merupakan bantuan dari pemerintah pusat salah satunya untuk mendapatkan pupuk subsidi, sehingga program pupuk bersubsidi dapat diterima petani kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan,” katanya.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.