Penanaman di Kawasan Hulu Jaga Ketersedian Air

0 29

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal terus melakukan perbaikan dan penanaman di kawasan hulu sungai untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga ketersediaan air juga tetap aman, terlebih saat menghadapi kemarau.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengungkapkan selama ini proses menjaga kelestarian sumber air di wilayah tersebut telah dilakukan pihaknya bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat termasuk pihak swasta dengan cara melakukan penanaman pohon di hulu dan hilir sungai yang ada di Cianjur, agar dapat terus menampung air sekalipun pada musim kemarau tiba.

Namun hal yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir itu, ungkap dia terkendala berbagai faktor termasuk tingkat kepedulian masyarakat untuk memelihara pohon keras yang ditanam di sepanjang aliran sungai tersebut karena banyak pohon tersebut mati dan larangan mendirikan bangunan di sepadan sungai tidak diindahkan, sehingga faktor tersebut menyebabkan kelestarian sumber air tidak terjaga dengan baik.

“Perlu kerja keras dan kerja bersama, sebab tidak mungkin hanya dari pemerintah. Perlu juga kesadaran dan kepedulian semua pihak dalam menjaga kelestarian hulu sungai. Makanya kami terus kampanyekan gerakan menanam pohon di hulu sungai,” kata dia kepada Cianjur Ekspres

Tterkait penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Cianjur, termasuk ambrolnya saluran irigasi di Kecamatan Cibeber, pihaknya terus mendorong pemerintah provinsi agar segera melakukan perbaikan, sehingga ribuan petani tidak merugi akibat lahan pertanian mereka selama musim kemarau tidak dapat ditanami.

Pemkab Cianjur, lanjut dia, juga mengirimkan puluhan pompa penyedot air guna mengairi pesawahan sebagai upaya antisipasi terjadinya gagal panen total dan meminta dinas serta perumdam menyiagakan tangki air bersih untuk memasok wilayah yang mengalami kesulitan ketika membutuhkan.

“Untuk saat ini kami sudah perintahkan menurunkan pompa air untuk membantu petani yang mengalami kesulitan mendapatkan air, sehingga ambrolnya irigasi tidak mempengaruhi produksi dan hasil pertanian. Sedangkan untuk warga yang kesulitan mendapatkan air, kami sudah perintahkan dinas dan perumdam menyiapkan tangki yang siap dikirim kapanpun,” katanya.

Aktivis lingkungan yang juga relawan bela alam, Eko Wiwid, mengatakan, semua mahluk yang hidup di bumi ini sangat ketergantungan kepada air, baik air untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan lain.

Secara geografis Cianjur mempunyai banyak aliran sungai dari sumber air bersih pegunungan, Perbukitan dan Hutan-hutan. Selain sumber air aliran sungai (air permukaan tanah) Cianjur banyak potensi mata air (Air bawah permukan tanah), sumber air dari Cianjur banyak bermuara ke aliran DAS Besar Citarum dan ke arah laut selatan.

“Di Cianjur secara nalar melihat bentangan alammya tidak harus terjadi kekurangan air dan mengalami kekeringan pertanianya atau gagal panen akibat aliran sungai tidak berfungsi,” kata dia.

Menurutnya, kondisi dimana beberapa wilayah mengalami kekurangan air dan kekeringan sungainya apalagi hingga gagal panen akibat sawahnya kekeringan, diakibatkan ada kesalahan dalam mengelola Sumber Daya Alam. Hal itupun harus jadi evaluasi dan pelajaran buat pemerintahan baik Pemkab Cianjur dan Pemprov Jabar maupun semua lapisan masyarakart.

“Untuk menyelesaikan persoalan kekurangan pasokan air atau kekeringan di Cianjur. Sudah saatnya hilangkan ego sekroral dan ego sentris, semua intansi atau dinas-dinas yang bersama masyarat ikut berperan karena kekeringan air masuk kategori bencana,” kata dia.

Beberapa hal pokok soal untuk memenuhui kebutuhan air yang harus segera di lakukan, diantaranya penyelamatan air diatas permukaan tanah (sungai, embung, talaga, situ) dan air di bawah permukaan tanah (mata air dan sungai bawah tanah). “Setelah sudah ketahuan pokok soalnya maka segera tanggulangi dan selamatkan dari kerusakanya,” tegasnya.(bay/sri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.