Pemdes Akan Tarik Retribusi di KWC

CIANJUR – Untuk meingkatkan pendapatan asli desa (PADes), Pemerintahan Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas sosialisasikan Perdes K-3 nomor 2 tahun 2018 ke pelaku usaha di dalama kawasan wisata Cibodas (KWC). Kegiatan yang berlangsung di aula Desa Cimacan, Senin (8/7) mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak.

Kepala Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas Dadan Supriatna mengatakan, kegiatan ini bersama perwakilan dari Kepala BKT Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kebun Raya Cibodas (KRC), Kepala Pasar Cibodas.

“Hari ini (kemarin, red) kita adakan evaluasi dan sosialisasi tentang K-3 Cibodas, khusus di Perdes no 2 tahun 2018 ke beberapa perwakilan atau pelaku usaha di kawasan wisata Cibodas,” terang Kades Cimacan Dadan Supriatna, kepada Cianjur Ekspres.

Dadan mengatakan, pihaknya sengaja kembali melakukan evaluasi Perdes no 2 tahun 2018, karena setelah 1,4 tahun setelah terbitnya Perdes tersebut masih adanya kekurangan didalamnya yakni dalam penanganan sampah atau kebersihan, ketertiban dan kenyamanan di objek wisata Cibodas yang memang perlu penangana secara serius.

“Penanganan sampah saat ini yang sudah berjalan, terbentuknya dari sisi operasional yang diterima dari retribusi K-3 tersebut. Dengan begitu kita dari pemerintahan desa ini mengundang kepada pihak-pihak terkait untuk memahami kaitan dengan Perdes tersebut,” katanya.

Dijelaskan Dadan, dalam sosialisasi dan evaluasi ini pihaknya mengundang berbagai pihak. Mulai dari para pemangku kebijakan di kawasan Cibodas (perwakilan), Trantib Kecamatan Cipanas, BPD Cimacan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pimpinan pondok pemuda, dan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes) Cimacan.

“Jadi, untuk optimalisasi ini kita akan membuka atau memungut retribusi didepan sebelum masuk pengunjung ke objek wisata Cibodas,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini untuk kendaraan yang masuk ke kebun raya rata-rata membuang sampahnya di dalam objeknya, sehingga tidak terekam dengan retribusi bahkan tak hanya pengunjung yang akan ke kebun raya, kebebrapa tempat wisata lainnya pun sama seprti ke curug Cibeureum, lapang golf, Mandala Kitri dan Mandala Wangi.

“Jadi untuk kendaraan yang masuk ke kawasan kebun raya, lapang golf, dan curug Cibeureum itu tidak terekam retribusi untuk K-3 nya, dengan begitu kita akan menerapkan retribusi K-3nya,” kata Dadan.

Dadan mengatakan, hal tersebut nantinya uang retribusi yang sudah terkumpul akan dikembalikan ke masing-masing pengelola baik itu yang mengelola parkiran motor, mobil roda empat dan bus.

“Kalau untuk bus akan dikenakan tarif sebesar Rp 15 ribu namun akan dikembalikan ke bagian penanganan petugas penertiban bus sebesar Rp 5 ribu, begiti juga untuk mobil roda empat Rp 8 ribu dan akan dikembalikan Rp 3 ribu, sedangkan untuk motor akan dikenakan Rp 5 ribu dan akan dikembalikan ke juru tertib kendaraan roda dua,” katanya.

Dijelaskan Dadan hal tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Dinas Pariwisata, dan Dinas terkait lainnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan dan Jasa perwakilan dari Kebun Raya Cibodas (KRC) Soleh mengaku, jika dirinya tidak memutuskan dari hasil pertemuan tersebut. Pihaknya hanya sebatas mengetahui saja, karena untuk kebijakan ada dipucuk pimpinan.

“Kalau yang saya tahu, dari pertemuan ini nantinya memang akan dilakukan penarikan retribusi oleh Pemerintahan Desa Cimacan, namun bukan penarikan untuk perparkiran kendaraan yang akan masuk ke dalam kawasan wisata Cibodas melainkan retribusi untuk sampah atau K-3,” pungkasnya.(yis/sri)