Puluhan Hektar Sawah Bakal Terdampak Pembangunan Tol

0 164

CIANJUR – Puluhan hektar lahan pertanian produktif bakal tergerus oleh proyek pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Cianjur-Bandung. Selain itu, lahan pertanian di kawasan exit tol pun berpotensi beralih fungsi menjadi kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kabupaten Cianjur, Komariah, mengatakan, saat ini proses pembangunan jalan tol masih dalam tahap perencanaan, namun hal itu langsung dilakukan oleh Pemerintah Pusat, sementara Pemkab hanya melakukan pendampingan dan koordinasi untuk ketersediaan lahan.

“Yang kami sudah pegang saat ini perencanaan untuk jalur tol dari Ciranjang-Padalarang, sedangkan dari Sukabumi-Ciranjang masih belum. Tapi segera kami akan coba koordinasi agar dokumennya bisa diterima,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Senin (8/7).

Menurutnya, untuk jalur Ciranjang-Padalarang nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 75,74 hektar dari 743 bidang kepemulikan. Dari luas lahan yang dilintasi, sekitar 30 hektarnya merupakan lahan pertanian dengan irigasi teknis.

“Jumlah itu belum ditambah dengan jalur dari Sukabumi-Ciranjang, dan pasti di jalur tersebut ada lahan pertanian juga yang dilalui. Tapi untuk angka pastinya kami belum tahu,” kata dia.

Namun untuk lahan tersebut dipastikan akan ada penggantian lahan. Jika lahan tersebut memang pertanian produktif dengan irigasi teknis, maka sesuai aturan penggantiannya ialah 3 kali dari lahan yang beralih fungsi. “Itu nanti jadi tugas pusat, karena pengerjaan nya dilakukan oleh mereka, termasuk untuk pembebasan lahannya,” kata dia.

Di samping alih fungsi lahan pertanian yang terlintasi, lanjut dia, kawasan pertanian di sekitar exit tol pun berpotensi beralih fungsi menjadi pemukiman atau wilayah perkotaan. Mengingat akan terjadi peningkatan penduduk dan aktivitas ekonomi di sekitaran exit tol.

“Bisa jadi Cianjur itu seperti halnya Bekasi, akan jadi pusat ekonomi dan perkotaan dengan adanya tol dan exit tolnya. Tapi tergantung nanti kebijakan dari pemerintah daerah, apakah ada perencanaan tata ruang yang baru atau bagaimana supaya dampak ekonomi tetap ada namun lahan pertanian dan produksi pertanian tetap terjaga,” kata dia.

Ditanya kaitan pelaksanaan pembangunan jalan tol, Komariah mengaku belum mendapatkan informasi pasti dari pemerintah pusat. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan setelah proses dokumen perencanaan selesai.

“Untuk pembangunan kami belum bisa pastikan kapan dimulai, karena kan pembebasan lahan pun belum. Biasanya pembebasan lahan itu cukup memakan waktu,” kata dia.

Sambil menunggu pembangunan, tambah dia, Cianjur mengusulkan adanya dua exit tol, dari yang semula di Sukaluyu menjadi ditambah dengan exit tol di Ciranjang. Tetapi Bappeda belum mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait usulan tersebut.

“Semua itu hanya di Sukaluyu exit tolnya, tapi kami ajukan agar sesuai dengan nama tolnya Sukabumi-Ciranjang-Padalarang. Setelah kajian pun layak, karena titiknya lima kilometer dari pintu tol sebelumnya,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.