NU Sebut Beberapa Cabup Potensial

Kader-kadernya Menduduki Posisi Penting di Kancah Perpolitikan Cianjur

0 107

CIANJUR – Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Chairul Anam mengungkapkan sejumlah nama yang digadang-gadang maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cianjur 2020, sudah melakukan pendekatadan dan berkomunikasi dengan NU. Namun dia mengharapkan di antara calon bupati atau wakil bupati yang terpilih merupakan kader NU.

Menurutnya, pembahasan siapa calon yang akan diusung PC NU Cianjur dalam kontestasi Pilbup masih terlalu dini, mengingat tahapan pelaksanaannya pun belum dilakukan.

“Masih terlalu dini, apalagi kalau menentukan siapa yang didukung. Tapi mudah-mudahan nantinya ada kader NU yang mau dan terpilih, baik itu sebagai F1 (bupati) ataupun F2 (Wakil Bupati),” ungkap dia di sela kegiatan Halalbihalal PC NU Cianjur, belum lama ini.

Chariul Anam memaparkan, NU Cianjur memiliki banyak kader yang potensial, di antaranya Ade Barkah Surahman, Oting Zaenal Mutaqin, Lepi ALi Firmansyah, dan lainnya.

Dia mengatakan NU tidak akan melakukan penjaringan, sebab yang bisa mengusung calon ialah partai politik. Bahkan, secara normatif persyaratan kanditat cabup-cawabup yang maju menjadi kewenangan dari penyelenggara pemilu.

“Terpenting ialah nantinya siapapun calonnya atau yang terpilih bisa menjalin komunikasi yang baik dengan NU. Di samping juga harus amanah. Jangan sampah terjadi lagi musibah di Cianjur, dimana kepala daerah ditangkat dan diproses karena penyimpangan,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan, beberapa nama yang digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi Pilbup Cianjur 2020, sudah melakukan pendekatan dan komunikasi. Di antaranya Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Menurutnya, Herman menjadi kepala daerah yang komunikasinya sudah mulai baik dengan NU, dibandingkan beberapa bupati sebelumnya. Meskipun dalam acara halal-bihalal tersebut Herman berhalangan hadir karena ada agenda lainnya.

“Entah komunikasi itu memang untuk menghadapi Pilbup atau memang memiliki tujuan lain. Yang jelas kami akan menunggu waktu saja, urusan dukugan lihat nanti,” kata dia.

Sementara itu, terkait kegiatan halal bi halal PC NU Kabupten Cianjur di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Ketua PC NU Cianjur, Chairul Anam menegaskan bukan membahas terkait Pilbup Cianjur 2020, melainkan untuk mempererat silaturahmi dengan seluruh kader NU.

“Jadi kegiatan ini untuk mengembalikan hubungan baik antar kader NU, di setiap partai politik. Dari yang semula memiliki rel berbeda, namun sekarang waktunya untuk kembali ke jalur yang sama,” kata dia.

Menurutnya, dalam Pemilu 2019 terutama pemilihan presiden dan wakil presiden, kader NU terbagi dalam beberapa jalur pilihan. Pasalnya kader NU tersebar di berbagai partai politik. Oleh karena itu, kegiatan halal bi halal digelar pasca Pilres untuk merajut kembali silaturahmi antar kader.

“Alhamdulillah semua parpol yang diundang hadir di kegiatan ini. Ini bentuk kader NU tetap bersatu, meskipun sebelumnya ada pandangan dan pilihan yang berbeda,” kata dia.

Dia menambahkan, dalam kontestasi politik pun Cianjur tetap aman dan kondusif. Namun dengan telah kembali bersatunya kader NU pasca Pilpres, diharapkan semuanya saling membahu membangun Cianjur dan bangsa Indonesia lebih baik lagi.

Di samping itu, Bendahara PCNU Kabupaten Cianjur, H toto, menuturkan, NU sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia sudah berperan aktif dalam mewujudkan berdirinya bangsa ini. Hingga kini, NU berupaya tetap di Jalur bagaimana Indonesia tetap berkedilan sosial.

“Tetap solid dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Kader-kader NU sekarang telah menduduki posisi penting dalam kancah perpolitikan di negeri ini,” tuturnya.

Ada kader NU, kata dia, yang sudah menduduki sebagai Wakil Presiden ada kader NU juga sebagai Gubernur Jabar. Tidak menutup kemungkinan kader NU juga bisa menduduki posisi sebagai Bupati Cianjur, sebagai wujud cinta terhadap tanah airnya, maka sudah wajib dan penting sebagai kader NU mau berjuang untuk menduduki posisi penting sebagai wujud dari implementasi pikiran pikiran NU.

“Dalam bernegara, oleh karena itu kader NU di Kabupaten Cianjur tidak menutup kemungkinan untuk mencurahkan pokok pikiran dan menjalankannya dalam maju dan bertarung dalam pilkada di Cianjur ke depan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rois Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin menyebutkan NU memiliki banyak kader yang mampu untuk masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Maruf Amin dan mengisi posisi menteri. Namun dia menyebutkan jika siapa yang akan dipilih oleh Presiden terpilih, Joko Widodo.

“Di NU itu lengkap, mau cari kader untuk menteri apa saja ada. Tapi kembali itu jadi keputusan presiden, siapa dan menteri apapa yang ditempatinya,” ujar dia saat menghadiri halal bihalal PC NU di Pondok Pesantren Al-Ittiad Cianjur, belum lama ini.

Dia mengatakan, siapapun berhak untuk mengajukan nama-nama untuk mengisi kabinet kerja dan posisi menteri. Jika nantinya pun ada kader yang dipilih lantaran sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, maka kader NU akan selalu siap.

Namun yang terpenting, lanjut dia, kader tersebut memenuhi syarat dan bisa bekerja untuk memenuhi kehidupan berbangsa dan menjawab semua permasalahan di negeri ini.

“Siapaun berhak untuk mengusulkan, mau itu NU atapun kelompok lainya. Terpenting bagaimana nanti ketika yang dipilih itu bisa bekerja untuk menyelesaikan dan menjawan problem yang ada,” kata dia.

Terlepas dari masalah pengusulan kabinet kerja, Ishomuddin, menyebutkan hal yang penting harus dilakukan saat ini ialah rekonsoliasi pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurutnya Joko Widodo dan Maruf Amin yang terpilih dalam kontestasi politik tersebut harus menjadi pemimpin bagi semua, tanpa pengecualian.

“Tidak ada lagi kubu 01 atau 02, kita harus kembali pada hubungan kemasyarakatan sesuai dengan sila ketiga dalam Pacasila, yakni Persatuan Indonesia,” kata dia.

Dia menambahkan, semua pihak harus bersatu emnghabiskan energi untuk membangun Indonesia sebagai rumah bersama yang lebih maju dalam segala bidang. Oleh karena itu, para politisi juga didorong untuk meningkatkan kualitas sebagai negarawan yang tidak hanya memikirkan kekuasaan tapi juga keutuhan berbangsa.

“Jangan ada lagi perpecagan hanya karena berbeda pilihan politik, sudah waktunya kita kembali bersatu membangun Indonesia,” pungkasnya.(bay/red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.