Herawanto: Optimalkan Pemulihan Ekonomi Jabar Melalui UMKM

Cianjurekspres.net – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpWBI) Jawa Barat terus mengoptimalkan pemulihan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital dan memberikan nilai tambah terhadap perekonomian, sekaligus menjadi UMKM Juara baik di negeri sendiri maupun internasional.

Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto menyebut, salah satu cara yang dilakukan oleh pihaknya dengan mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang baru grand lauching borongdong.id.

“Ini kan trennya, di 2020 jadi setelah kuartal 1 turun kemudian terus naik. Meskipun secara keseluruhan masih negatif, tapi di kuartal 1 tahun ini ada indikasi naik. Hanya saja ada hal yang harus diperhatikan betul yakni bagaimana menggerakan UMKM,” ujar Herawanto saat ditemui di Plaza Gedung Sate, Rabu (10/2/2021).

Adanya borongdong.id, lanjut Herawanto, menjadi peluang besar bagi mereka dalam membuka pintu belanja lebih luas.

“Karena di 2020 ada gejala baru yakni orang menyimpan uangnya dipihak perbankan tanpa ingin membelanjakannya,” tuturnya.

Herawanto menambahkan, bahwa launching borongdong.id sebagai upaya mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi Jawa Barat dari sisi permintaan domestik yang memang masih memerlukan dukungan dari berbagi pihak.

Ia mengibaratkan, jika semua orang hanya menabung dan tidak membelanjakan maka dana hanya mampet di bank. Apalagi perbankan dalam menyalurkan untuk pembiayaan berupa kredit untuk UMKM akan sulit.

“Sebagai contoh untuk UMKM, mereka pasti cek apakah tingkat atau potensi penjualannya seperti apa. Kalau ternyata potensi penjualannya tidak ada maka bank tidak akan menyalurkannya, jadi mati disana aliran dananya,” bebernya.

Sehingga, adanya borongdong.id untuk membongkar jalan tersebut agar aliran dananya tidak tersumbat disatu titik. Sasaran pembelinya pun yakni ASN sebanyak 70%.

Hal ini diyakini Herawanto menjadi sinyal dalam menggerakan perekonomian melalui belanja bisa datang darimana pun termasuk ASN.

“Pendapatan mereka relatif stabil selama pandemi, kami juga berpikir untuk mempersipakan dari sisi produsennya agar mereka bisa bertransaksi melalui digitalisasi, QRIS,” tuturnya.

Digitalisasi akan menjadi keharusan orang-orang untuk bisa menguasainya, terutama sektor UMKM agar bisa memiliki daya saing lebih tinggi.

“Di Jawa Barat semua sarana dan prasarananya ada semua, jadi kita harus leading dalam hal ini,” tegasnya.

Hal ini juga sejalan dengan semangat rangkaian Pekan Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia.

Berkaitan dengan pelaksanaan Gernas BBI 2021 di wilayah Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada April 2021, terdapat 3 kunci utama optimalisasi Gernas BBI guna mendukung pemulihan ekonomi, yaitu:

  1. sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM unggulan di Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar,
  2. Kreativitas dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat menarik pasar baik di dalam maupun luar negeri, dan
  3. Digitalisasi, baik dalam perluasan pasar (onboarding), pengelolaan usaha, maupun sistem pembayaran.

Selain Gernas BBI 2021, Pemprov Jawa Barat bersama Bank Indonesia Jawa Barat akan terus menyusun dan melaksanakan rangkaian program pengembangan UMKM secara end to end, antara lain melalui event Karya Kreatif Jawa Barat dan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (Fesyar).

New tangguh, bercirikan pemanfaatan teknologi digital dan memberikan nilai tambah terhadap perekonomian, sekaligus menjadi UMKM Juara baik di negeri sendiri maupun internasional.

“Hal ini juga sejalan dengan upaya kita bersama untuk terus mengendalikan virus Covid-19 namun dengan tetap menumbuhkan perekonomian masyarakat,” tutupnya.(nik)

bank indonesiaBorongdong.idPemulihan Ekonomi Jabar
Comments (0)
Add Comment